Telecommunication Engineering

Seputar dunia telekomunikasi, membahas materi-materi yang berkaitan dengan bidang telekomunikasi.

  • Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Police
Home » 4G LTE
Showing posts with label 4G LTE. Show all posts
Showing posts with label 4G LTE. Show all posts

Saturday, April 21, 2018

Membuat Kolom MOD3 Langsung di MapInfo (Gcell LTE)

Gcell itu bisa diatur informasi apa saja yang ada di dalamnya, termasuk informasi nilai MOD3. Bahkan saya pernah mendapatkan gcell yang tidak ada informasi PCI-nya, mungkin karena PCI selalu berubah, sehingga agar tidak ribet, si penyusun tidak menyertakan informasi PCI agar saat update tidak perlu banyak sumber untuk dijadikan informasi di update gcell yang dibuatnya (mungkin).

Saya yakin sebagian besar dari tim RF sudah bisa membuat gcell sendiri untuk digunakan dalam report yang harus dibuat, report SSV atau SSO bahkan report Cluster. Baik menggunakan Common ataupun menggunakan Sitesee. Bagi yang belum tau, silakan simak tulisan saya mengenai :

Cara Membuat Gcell dengan comMON 3.2 dan Make Sector (Update : comMON4.0)

Cara Membuat Gcell dengan Sitesee (Download Sitesee.MBX disini)

Sebagian besar RF juga mungkin akan berpikir untuk membuat ulang gcell untuk menambahkan informasi nilai MOD3 di gcell-nya.

Tunggu dulu! Sebenarnya, ada cara yang jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan membuat ulang gcell. Karena untuk menambahkan informasi nilai MOD3 dengan cara membuat ulang gcell diperlukan langkah ribet,

1. Penambahan kolom di table excel gcell
2. Membuat kembali gcell dengan common atau sitesee atau tools yang lain.

Sedangkan cara yang lebih mudahnya adalah tambahkan kolom di gcell langsung di aplikasi mapinfo, kemudian update column. Berikut ini detailnya (klik gambar untuk memperbesar) :
kolom terakhir
Kolom terakhir (before)
Kita akan menambahkan kolom MOD3 pada dibagian paling kanan (akhir) tabel gcell. Gambar diatas menunjukan sebelum adanya kolom MOD3.

1. Tambah kolom, seperti biasa melalui menu table structure (tipe data float).
Kolom mod3 tambahan
kolom mod3 tambahan
2. Gunakan menu Update Column pada kolom MOD3 yang baru dibuat
Update column MOD3
Update column
3. Pada kotak Value, klik Assist kemudian perhatikan :
value for updated column
Value for updated column
NAMA_KOLOM_PCI(spasi)MOD(spasi)3
verify expression
Verify expression
NAMA_KOLOM_PCI adalah nama kolom PCI di gcell yang kita hendak tambahkan kolom MOD3
MOD adalah rumus untuk Modulo
3 adalah angka pembagi untuk modulo, karena disini kita mencari MOD3, maka diisi 3, kalau kita mencari MOD6, maka kita isi 6

Klik OK.

Kolom tambahan Mod3
Kolom mod3 berhasil ditambahkan
Untuk tes apakah benar hasil MOD3 dari PCI di gcell tersebut, saya coba sandingkan kolom PCI dengan MOD3, kemudian kita tes beberapa angka dengan perhitungan di Ms. Excel
Kolom PCI dan kolom Mod3
Kolom PCI dan kolom MOD3
Berikut ini hasil perhitungan Ms. Excel
perhitungan dengan ms excel
Perhitungan menggunakan Ms. Excel
Hasilnya adalah sama.

Semoga bermanfaat.


Referensi :
http://support.pitneybowes.com/VFP05_KnowledgeWithSidebarHowTo?id=kA180000000CngCCAS&popup=false&lang=en_US
1
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
10:52 PM

Saturday, July 29, 2017

Kumpulan Lokasi Metric/KPI Di TEMS Discovery Device (TDD)

TEMS Discovery menurut saya sejauh ini adalah salah satu tool yang cukup rumit dalam penggunaannya. Contohnya saja soal search KPI/measurement, kolom search-nya tidak berfungsi dengan baik. Kadang berfungsi sesuai apa yang dimaksudkan, kadang malah hasilnya tidak ada, padahal ada.

Oleh karena itu untuk mengingat dan juga sharing, saya buat tag TEMS Discovery Device untuk segala yang berhubungan dengan TDD. 

Berikut ini list yang sudah saya kumpulkan, klik gambar untuk memperbesar.

1. KPI PING. Seputar KPI ping dapat kita temukan di Metric .Advanced Metric & Event (Pre-defined) > TEMS_Service_KPIs > Metrics > PING > Daftar semua KPI Ping yang bisa kita dapatkan infonya.
KPI Ping di TDD
KPI Ping di TDD
2. Bandwidth. Plot bandwidth yang dipakai oleh jaringan dapat ditemukan di metric berikut. LTE LL1 Serving Cell Measurement Result > Measurement Bandwidth.
Plot Bandwidth
Plot Bandwidth
3. Layer 3 Messages. Klik kanan di metric LTE RRC Signalling > Send to Messages View
Layer 3 messages
Layer 3 Messages
4. EARFCN Downlink. Untuk mengetahui DL EARFCN jaringannya, di metric berikut, LTE Detected Cells > DL EARFCN.
earfcn downlink
earfcn downlink
Bersambung....(update)
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
2:42 AM

Saturday, June 10, 2017

Ubah Legend RSRP dan SINR di TEMS Investigation 16

Langsung saja, caranya adalah sebagai berikut (klik gambar untuk memperbesar) :

1. Buka TEMS Investigation
2. Masuk ke View, centang menu Navigator
menu navigator
centang menu Navigator
3. Kemudian masuk ke tab Info Element, perhatikan bagian LTE
tab menu info element
Tab menu Info Element
4. Expand LTE, dan cari Serving Cell RSRP (dBm) untuk legend RSRP, dan Serving Cell RS CINR (dB) untuk legend SINR.
serving cell sinr dan rsrp
IE Serving Cell SINR dan RSRP
4. Pertama, expand Serving Cell RS CINR (dB), kemudian akan ada menu dropdown, double click menu Color. Ubah legend dengan cara klik edit, kemudian masukan legend.
Menu color
Menu color
ubah range legend
Ubah range legend
5. Lakukan hal yang sama untuk Serving Cell RSRP (dB) dan IE yang lainnya yang dibutuhkan.
6. Kemudian untuk testing coba masukan logfile moving dan lihat perbedaannya.

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:53 PM

Tuesday, May 9, 2017

Potong Logfile TEMS Investigation 16.XX (Logfile dot trp)

Potong logfile dalam dunia per-RFan mungkin sudah tidak asing ya. Tentunya potong logfile ini bertujuan agar bagaimana hasil data yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sesungguhnya di lapangan.

Misalnya saja Genex Probe, kita dapat menemukan fasilitas potong logfile disana. Begitu juga dengan TEMS Investigation. Namun, TEMS Investigation sekarang ini telah dikembangkan untuk mendukung jaringan LTE, dan juga sekarang ini hasil record drive test (logfile) ekstensinya berbeda dengan versi TEMS Investigation terdahulu. Dulu = .log , Sekarang = .trp

Nah yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana cara potong logfile di versi TEMS Investigation sekarang ini (TEMS Investigation 16.xx) dengan logfile yang berekstensi .trp.

RouteUtility

Bagi teman-teman yang sudah install TEMS Investigation 16.xx, maka aplikasi RouteUtility sudah masuk di dalamnya. Tepatnya ada di folder instalasi TEMS Investigation tersebut. Jika Windows anda 64bit, maka RouteUtility dapat di temukan di sini :
C:\Program Files (x86)\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\Application\RouteUtility.exe
Jika 32bit, maka biasanya ada disini
C:\Program Files\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\Application\RouteUtility.exe"
Tergantung pas installnya dimana sih sebenarnya.

Atau dapat juga di search di start menu Windows anda ya.

Jenis Pemotongan Logfile

Maksud dari jenis pemotongan logfile adalah logfile tersebut hendak dipotong berdasarkan kategori apa. Ada 3 jenis pemotongan dari RouteUtility yang dapat digunakan, 
  1. Split By Region
  2. Split By Equipment
  3. Extract Timespan
Klik gambar untuk memperbesar.
Route Utility
RouteUtility
Yang biasanya saya lakukan adalah dengan menggunakan Extract Timespan. Dengan menggunakan kategori ini, logfile dipotong berdasarkan waktu. Misalnya saja panjang logfile adalah dari jam 13:05:01 dan berakhir 13:06:59, maka dapat dipotong sesuai kebutuhan berdasarkan rentang waktu tersebut. Misalnya yang saya butuhkan adalah dari waktu 13:05:20 sampai dengan 13:06:20, maka tinggal menyesuaikannya di RouteUtility. Perhatikan gambar berikut, klik gambar untuk memperbesar.

extract timespan
Extract Timespan
"Select File" untuk pilih logfile yang akan dipotong, kemudian sesuaikan waktunya dengan cara menggeser tombol ke kanan dan ke kiri, tentukan "Output folder"nya. Lalu klik Start. Maka logfile akan terpotong sesuai waktu yang ditentukan.

Sedangkan untuk memisahkan antara MS1, MS2, dan seterusnya, dapat menggunakan Split By Equipment.

Cukup sekian yang dapat saya share, semoga bermanfaat.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
8:09 PM

Monday, January 16, 2017

Cara Membuat Cellfile (XML) LTE untuk TEMS Investigation 16.X

Mungkin ada sebagian engineer yang belum mengerti bagaimana cara membuat cellfile 4G untuk TEMS Investigation 16.x dalam bentuk XML. Disini saya kan bahas bagaimana caranya menurut apa yang biasanya saya lakukan. Karena sepanjang yang saya tau ada 2 cara, pertama menggunakan tools dari ASCOM nya itu sendiri (Cari filenya di folder instalasi ASCOM defaultnya (Windows 64bit) di C:\Program Files (x86)\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\XML Schema) file CellFileEditor.xlsm, dan kedua : dengan cara bertahapa dimulai dari membuat .cel nya. Saya biasanya menggunakan cara yang kedua.

Kenapa harus dalam bentuk XML, karena sepanjang pengalaman saya, cellfile 4G dengan extensi .cel tidak dapat menampilkan serving cell di TEMS Investigation, yang tentunya ini menyulitkan DT Engineer untuk melihat cell mana yang terkoneksi dengan UE.

Membuat XML Cellfile LTE

Tahap-tahap yang harus dilewati :
1. Buat cellfile dalam bentuk "xxxxx.cel"
2. Import cellfile ke TEMS Discovery, dan export ke dalam bentuk XML Cellfile.

Tentunya kebanyakan kita sebagai engineer tidak asing dengan namanya cellfile, berekstensi "xxxx.cel" sebagai database site yang dimapping kan ke peta dan supaya dapat membuat visualisasi kemana UE kita terkoneksi.

Format cellfile tidak sama antara 2G, 3G, dan 4G, yang membuat beda adalah kolom-kolom namanya. Berikut ini kolom-kolom nama untuk cellfile 4G :
CELL EARFCN_DL PCI PCIG CI LON LAT MCC MNC TAC ANT_DIRECTION ANT_BEAM_WIDTH

Beda spasi beda kolom. Kolom diatas yang biasanya saya gunakan untuk membuat cellfile 4G dalam bentuk "xxxx.cel". Sebenarnya bisa ditambahkan lagi kolomnya, namun harus sesuai dengan format yang Ascom berikan.
Cellfile LTE.cel
CELL => cellname
EARFCN_DL => DL EARFCN
PCI => PCI (Physical Cell ID)
PCI => PCI Group (PCI dibagi 3), misal PCI = 192, 193, 194 maka PCIG = 64
CI => Cell ID
LON => Longitude
LAT => Latitude
MCC => Mobile Country Code
MNC => Mobile Network Code
TAC => Tracking Area Code
ANT_DIRECTION => Azimuth Antenna
ANT_BEAM_WIDTH => Beamwidth Antenna

Langkah selanjutnya, import cellfile ke TEMS Discovery dan export ke dalam bentuk XML.
Export to XML Cellfile
Bagi yang belum mengetahui bagaimana caranya menggunakan TEMS Discovery dasar, bisa berkunjung ke Youtube Channel saya di : https://www.youtube.com/c/ImamSibroMuhlisi

Terima kasih
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:34 PM

Monday, October 17, 2016

Tips Drive Test Cluster 4G LTE

Drive Test Cluster (LTE)

Drive test SSV (Single Site Verification) dan drive test cluster merupakan dua hal yang berbeda. Ada teknik-teknik tersendiri untuk melakukannya. Drive test SSV biasanya dibarengi dengan adanya functionality test dan moving test. Sedangkan untuk metode cluster metodenya hanya moving test download biasanya, atau ping, CSFB, dan lain sebagainya tergantung bagaimana client meminta. Akan tetapi yang paling umum adalah moving test download untuk system 4G LTE.

Di ambil dari pengalaman saya selama menjadi engineer (Drive Test Engineer, RF Engineer reporting & optimization), dalam melakukan kegiatan drive test cluster ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan sangat penting jangan sampai diabaikan. Hal ini menyangkut DT engineer itu sendiri dan RF engineer.

1. Patuhi Metode DT Cluster

Penting banget nih, kalau gak dipatuhi, bisa ngulang DT se-cluster. Jadi ini hal pertama yang harus ditanyakan DT engineer ke RF atau RNO. "Metode DT nya bagaimana?"

2. Jangan Pernah Ada Double Route (Overlapped)

Yang dimaksud double route disini adalah satu route di DT dua kali alias ditumpuk (overlapped). Hal seperti ini akan menghambat optimasi disisi RF, dan tentunya jika RFnya jeli, data moving seperti ini perlu di remove terlebih dahulu, yang tentunya butuh waktu memilah-milah logfile. 

Ada juga overlapped data yang menguntungkan. Misalnya saja suatu route dengan RSRP-SINR bagus (biasanya legend warna biru), data seperti ini akan mengangkat persentase legend tersebut. Namun juga sebaliknya, overlapped data di route yang jelek (biasanya legend merah), akan ikut menurunkan persentase data yang bagus.

Jadi, lebih baik tidak ada overlapped data di suatu cluster demi kepentingan optimasi.

3. Logfile Tidak Terlalu Pendek/Panjang

Jika di 3G/2G voice sebelum slice logfile biasanya diperhatikan juga dimana call established dan call endnya. Di LTE, moving download biasanya yang diperhatikan adalah plotting speed downloadnya. Jadi tidak masalah anda mau slice (motong logfile) saat event apapun, karena yang paling diperhatikan adalah speed downloadnya.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pernyataan di atas itu berdasarkan pengalaman saya. Adapun lebih detailnya langsung saja ditanyakan ke RF/RNO masing-masing.

4. Perhatikan Progress Download

Pada saat Drive Test Cluster biasanya ditemui ada (walaupun pendek) route yang benar-benar nol untuk nilai throughputnya. Padahal RSRP dan SINR bagus, dan padahal di daerah lain yang masih diserving PCI dan site yang sama bisa bagus througputnya. Lalu dimana masalahnya? Masalahnya biasanya karena human error. Artinya ketika drive test jalan, speed downloadnya belum benar-benar dimulai, atau belum stabil.

Tipsnya : sebelum moving dan start record, pastikan download terlebih dahulu file nya dan tunggu sebentar sampai terlihat progess download benar-benar berjalan, baru kemudian moving mengikuti route.

5. Rapikan Logfile Sebelum Submit ke RF/RNO

Ini merupakan pilihan DT engineer itu sendiri, namun akan jauh lebih baik jika hal ini dilakukan. DT engineer tentunya lebih tau di awal mana logfile yang terpakai dan mana yang tidak terpakai. Jika logfile jumlahnya sedikit mungkin bisa saja RF yang cek sendiri mana yang tidak terpakai, namun untuk semacam DT Cluster, tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama, dan akan menghambat progress log processingnya, yang otomatis menghambat progress report.

Dari hal seperti ini pun, bisa saja terjadi reDT karena mungkin dari kesalahan memilah logfile. Tentunya imbasnya nanti ke lapangan lagi, reDT lagi.

Demi mempermudah dan mempercepat pembuatan report, maka sebaiknya logfile dipilah dahulu mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak, baru kemudian disubmit ke RFnya untuk kemudian diolah.


Demikian itu hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan drive test cluster 4G LTE berdasarkan pengalaman saya. Jika ada kritik dan saran, tinggalkan di komentar ya. Terima kasih

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:41 PM

Monday, August 29, 2016

UE State di 4G LTE SYSTEM

UE state di masing-masing technology itu berbeda, di LTE ada 3 state diagram yang akan dibahas disini yaitu EPS Mobility Management, EPS Connection Management, dan Radio Resource Control (RRC). 

EPS Mobility Management

State diagram yang pertama adalah EPS Mobility Management (EMM), dimana diatur oleh protokol EMM yang ada mobile dan MME (Mobility Management Entity). State mobile untuk EMM ini berdasarkan apakah mobile tersebut teregister ke jaringan atau tidak, dalam hal ini tentunya ke EPC (Evolved Packet Core). Ada dua nama untuk state diagram ini EMM-REGISTERED dan EMM-DEREGISTERED. Dalam state EMM-REGISTERED artinya mobile dalam keadaan hidup dan terdaftar ke MME dan SGW, memiliki IP address, default EPS bearer, dan bisa terkoneksi kapan saja dengan internet. Sedangkan untuk state EMM-DEREGISTERED, mobile dalam keadaan mati, atau tidak terjangkau oleh jaringan, atau airplan mode. Artinya dia sama sekali tidak detect signal, tidak eksis dalam jaringan. 

Untuk berpindah dari state EMM-REGISTERED ke EMM-DEREGISTERED, sebuah mobile harus menjalani proses Attach Procedure,
EPS Mobility Management
EPS Mobility Management

EPS Connection Management

ECM state mobile tergantung dari apakah dia dalam kondisi aktif atau standby, dari sudut pandang non access stratum dan EPC. Sebuah mobile dalam kondisi aktif dia berada di ECM-CONNECTED, yang mana MME mengetahui serving eNodeB nya, dan semua data bearer serta signalling radio bearer pun ada. Dengan menggunakan keduanya itu, sebuah mobile dapat dengan bebas bertukar informasi dengan MME melalui logical connection yang dikenal dengan signalling connection dan bertukar data dengan SGW.

Sedangkan dalam kondisi ECM-IDLE, jaringan memutuskan S1 bearer dan radio bearer nya untuk menghindari adanya kepadatan signalling (signalling overhead). Karena ketika mobile berpindah dari satu cell ke cell lain, bearer-bearer tersebut harus di routing ulang, sedangkan jika tetap terhubung maka ini bisa menyebabkan signalling overhead tadi. Ketika mobile dalam kondisi ECM-IDLE, dia bebas untuk berpindah ke cell lain tanpa perlu routing ulang bearer. Namun, EPS bearer tetap eksis, sehingga mobile tetap menjaga/mempunyai logical connection dengan internet (outside world).

Dalam kondisi ini, MME tidak mengetahui secara tepat dimana mobile berada. MME hanya mengetahui TA (Tracking Area) nya. Mobile tidak perlu memberitahukan MME kemana dia pergi selama mobile tidak keluar dari batasan TA-nya. MME juga bisa membuat sebuah group TA yang disebut dengan Tracking Area List. TA list itu bisa berguna untuk mobile yang keluar-masuk TA border, sehingga tidak banyak signalling yang dilakukan.

Di kondisi ECM-IDLE ini, mobile masih bisa berkomunikasi dengan EPC untuk beberapa jenis komunikasi. Seperti halnya ketika MME perlu untuk menghubungi si mobile ini, MME mengirimkan pesan S1-AP Paging ke semua eNodeB di dalam tracking area list-nya. Kemudian eNodeB ini bereaksi dengan mengirimkan/membroadcast pesan RRC Paging di areanya. Respon mobile kepada pesan ini adalah dengan cara mengirimkan EMM Message yang bernama Service Request, kemudian MME bereaksi juga dengan memindahkan kondisi mobile ke ECM-CONNECTED. Dan akhirnya, si mobile ini dapat mengirimkan EMM Tracking Area Update Request ke MME jika dia berpindah ke luar tracking area listnya.
EPS Connection Management
EPS Connection Management

Radio Resource Control

State RRC ini berdasarkan apakah dia berada pada kondisi idle ataukah aktif. Namun kali ini dilihat dari sudut pandang access stratum, sedangakan ECM State tadi dipandang dari sudut pandang non access stratum. State RRC ini ada dua yaitu RRC_IDLE (mobile dalam kondisi standby) dan RRC_CONNECTED (mobile dalam kondisi aktif).

Pada kondisi RRC_IDLE, tidak ada serving eNodeB dan tidak ada koneksi SRB 1. Sehingga MME tidak tahu apa-apa mengenai si mobile ini. Walaupun begitu, sama seperti sebelumnya beberapa komunikasi masih bisa terjalin, yaitu ketika network ingin menghubungi mobile dengan pesan RRC Paging, mobile kemudian dapat menghubungi atau menjawab pesan RRC Paging tersebut dengan memulai prosedur RRC Connection Establishment. Alhasil, network merespon dengan memindahkan state RRC_IDLE si mobile ke RRC_CONNECTED, dimana dalam state ini mobile terhubung dengan serving eNodeB dan dapat dengan bebas berkomunikasi dengan network menggunakan signalling messages pada SRB 1.

Dua RRC state ini berhubungan juga dengan handover. RRC State ini dibedakan pula berdasarkan bagaimana dia menangani mobile, RRC_CONNECTED melayani mobile dalam kecepatan data rate yang tinggi. Oleh karena itu ketika dia berada dalam koneksi RRC_CONNECTED, network harus pula memperhatikan dengan cell mana mobile terhubung. Ketika mobile berpindah dari satu cell ke cell lain dengan berbeda eNodeB (handover inter-eNB), maka akan ada re-route interface S1-MME dan S1-U.

Tujuan utama kenapa ada kondisi RRC_IDLE adalah untuk mengurangi signalling, dan untuk menghemat battery mobile. Dalam kondisi RRC_IDLE, mobile berpindah dari satu cell ke cell lain dengan menggunakan prosedur cell reselection. Sama ketika mobile berada dalam kondisi ECM-IDLE, network tidak tahu pasti dimana mobile berada ketika mobile dalam state RRC_IDLE.
RRC Connection Establishment
Radio Resource Control
Ketika mobile dalam keadaan aktif, dia biasanya akan berbarengan dalam state ECM-CONNECTED dan RRC_CONNECTED, sedangkan ketika mobile dalam kondisi standby dia berada dalam state ECM-IDLE dan state RRC_IDLE.

Sumber :
An Introduction to LTE, Second Edition - Christopher Cox
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
4:44 AM

Tuesday, August 16, 2016

Logical Channel LTE

Logical Channel LTE

Logical channel di LTE dapat diklasifikasikan dengan dua cara, berdasarkan informasi yang dibawanya, Logical Channel dibedakan menjadi 2, yaitu Logical Traffic Channel dan Logical Control Channel. Perbedaan keduanya adalah Logical Traffic Channel untuk membawa informasi di user plane, sedangkan Logical Control Channel untuk membawa signalling message di control plane. Sedangkan untuk Dedicated Logical Channel diperuntukan untuk digunakan satu UE, sedangkan Common Logical Channel bisa digunakan oleh lebih dari satu UE.

logical channel di LTE - An Introduction to LTE, Second Edition - Christopher Cox
Logical Channel di LTE
DTCH (Dedicated Traffic Channel), ini merupakan logical channel paling penting dimana ia membawa informasi dari dan ke satu mobile/UE. DCCH (Dedicated Control Channel) adalah merupakan logical channel yang membawa sebagian besar signalling message. DCCH ini membawa semua signalling message yang ada di kondisi RRC_CONNECTED, di SRB1 (signalling radio bearer 1) dan SRB2.

CCCH (Common Control Channel), merupakan logical channel yang membawa signalling message yang bisa digunakan oleh lebih dari satu mobile. CCCH membawa pesan di SRB0 untuk mobile yang sedang akan berpindah dari RRC_IDLE ke RRC_CONNECTED dalam sebuah prosedur RRC Connection Establishment.

PCCH (Paging Control Channel) merupakan logical channel yang membawa paging message yaitu suatu message dari eNodeB ke UE yang ia dalam kondisi RRC_IDLE. BCCH (Broadcast Control Channel) merupakan sebuah channel dimana ia akan menyebarkan informasi (broadcast) mengenai bagaimana suatu cell dikonfigurasi, seperti halnya informasi bandwidth yang digunakan, MNC, MCC dan lain-lain. Dalam hal ini kita bisa melihatnya di G-NetTrack yang sering digunakan untuk pendamping speedtest dalam kegiatan CET, informasi-informasi itu dibroadcast oleh BCCH.

Sedangkan untuk MTCH (Multicast Traffic Channel) dan MCCH (Multicast Control Channel) pertama muncul di LTE Release 9, digunakan untuk meng-handle service yang dinamai multimedia broadcast/multicast service (MBMS).

Sumber :
Materi ini saya ambil dari An Introduction to LTE, Second Edition - Christopher Cox.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:32 AM
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Find Us :

Apa yang anda cari?

Entri Populer

  • Cara Install DatePicker dan MonthView Microsoft Excel
    Bagi anda yang membaca artikel ini, seharusnya anda telah mengunjungi Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro) . Sebelum meli...
  • Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro)
    CALENDAR DATE PICKER Macro excel pasti bakal dibutuhkan untuk pekerjaan kita di dunia telco. Sangat bermanfaat untuk olah data. Saya mend...
  • Cara Membuat Gcell dengan comMON 3.2 dan Make Sector (Update : comMON4.0)
    Yang pertama perlu diperhatikan disini adalah format yang diminta oleh comMON3.2 dan Make Sector. Untuk comMON 2.4 atau 3.2 meminta format...
  • Cara Mengatasi Google Earth Stuck di Loading Myplaces.kml (Dan Contoh Batch File untuk Delete Dengan Cepat)
    Delete Folder di AppDATA Sebagai RF Engineer tidak mungkin kalau tidak kenal dengan aplikasi Google Earth . Nah, salah satu masalah yang...
  • Beberapa Langkah Menggunakan TEMS Discovery
    TEMS Discovery Basic Langkah-langkah dasar yang biasanya dicari oleh para pengguna TEMS Discovery adalah bagaimana caranya memasukkan ...
  • Arsitektur Jaringan 4G LTE
    Di setiap teknologi pasti memliki arsitektur jaringannya sendiri-sendiri. GSM, CDMA, WCDMA dan 4G LTE ( Long Term Evolution ) pun sama. Se...
  • Hitung Jarak Line/Polyline dengan SQL Query di MapInfo
    Yang saya maksudkan disini sederhana, yaitu bagaimana cara menghitung jarak route drive test yang kita buat. Baik untuk ssv ataupun untuk ...
  • Cara Membuat Neighbor Relation Menggunakan SNT di MapInfo (Download SNT1.4.2 Disini)
    Sebelumnya saya telah memposting beberapa tutorial mengenai cara membuat Gcell (mapping gcell) di MapInfo. Cara Membuat Gcell dengan Sit...
  • Membuat Kolom MOD3 Langsung di MapInfo (Gcell LTE)
    Gcell itu bisa diatur informasi apa saja yang ada di dalamnya, termasuk informasi nilai MOD3 . Bahkan saya pernah mendapatkan gcell yang ti...
  • Mengubah File TAB di Mapinfo ke File KML di Google Earth
    Sebagai engineer, terkadang kita memerlukan pengubahan file TAB dari mapinfo ke file KML di google earth untuk kebutuhan analisa hasil driv...
Copyright 2017 Telecommunication Engineering - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates