Telecommunication Engineering

Seputar dunia telekomunikasi, membahas materi-materi yang berkaitan dengan bidang telekomunikasi.

  • Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Police
Home » Drive Test
Showing posts with label Drive Test. Show all posts
Showing posts with label Drive Test. Show all posts

Saturday, July 8, 2017

Mencegah Duplicated Data di Excel dengan Error Alert

Berawal dari melihat video orang lain, kemudian terinspirasi untuk membuat sendiri tutorialnya agar tidak lupa dan tentunya agar lebih banyak orang yang tahu. Kali ini saya akan membagikan trik bagaimana cara mencegah memasukan data yang sama dalam satu kolom.

Biasanya saya (dan mungkin juga anda) menggunakan Conditional Formating > Highlights Duplicated Value. Sehingga saya tahu ketika saya memasukan data yang sama dalam satu kolom, maka cell akan berwarna sesuai yang telah diatur untuk menandai duplicated data dengan cara Conditional Formating.

Untuk trik kali ini yaitu dengan menampilkan error alert ketika kita memasukan data yang sama. Trik ini membutuhkan formula COUNTIF. Jadi jika belum mengerti apa itu formula COUNTIF, silakan dipelajari dulu. Dan juga kita akan menggunakan menu Data Validation.

Langkah-langkah Pengaturan

Langkah-langkahnya sangat mudah, seperti berikut ini :

1. Blok kolom yang hendak dicegah dari duplicated data, kemudian masuk ke menu ribbon Data > Data Validation > Di bagian tab menu Settings atur seperti berikut :
setting data validation
Contoh settingan data validation
  • Allow : Custom, centang Ignore Blank
  • Formula : =COUNTIF(kolomyangdimaksud, cellyangdimaksud)=1, contohnya : =COUNTIF(A:A,A1)=1
  • Artinya ketika hasil dari COUNTIF(A:A,A1) != 1, maka akan muncul error.

2. Isikan pesan error nya di bagian menu Error Alert.
contoh setting error alert
contoh setting error alert
Hasilnya akan muncul error alert seperti yang telah diatur tadi ketika kita mencoba untuk memasukan data yang sama di kolom A.
tampilan error alert
Tampilan error alert
Berikut ini versi videonya.



Terima kasih, semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:49 PM

Saturday, June 10, 2017

Ubah Legend RSRP dan SINR di TEMS Investigation 16

Langsung saja, caranya adalah sebagai berikut (klik gambar untuk memperbesar) :

1. Buka TEMS Investigation
2. Masuk ke View, centang menu Navigator
menu navigator
centang menu Navigator
3. Kemudian masuk ke tab Info Element, perhatikan bagian LTE
tab menu info element
Tab menu Info Element
4. Expand LTE, dan cari Serving Cell RSRP (dBm) untuk legend RSRP, dan Serving Cell RS CINR (dB) untuk legend SINR.
serving cell sinr dan rsrp
IE Serving Cell SINR dan RSRP
4. Pertama, expand Serving Cell RS CINR (dB), kemudian akan ada menu dropdown, double click menu Color. Ubah legend dengan cara klik edit, kemudian masukan legend.
Menu color
Menu color
ubah range legend
Ubah range legend
5. Lakukan hal yang sama untuk Serving Cell RSRP (dB) dan IE yang lainnya yang dibutuhkan.
6. Kemudian untuk testing coba masukan logfile moving dan lihat perbedaannya.

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:53 PM

Tuesday, June 6, 2017

3G WCDMA Event 1A, 1B, 1C dan lainnya

3G WCDMA Event 1A, 1B, 1C dan lainnya
Di jaringan 3G, untuk analisa dan optimasi, setidaknya kita harus mengetahu jenis event apa saja yang ada. Berikut ini saya ambil dari website sharetechnote keterangan mengenai event-event yang ada di jaringan 3G.

WCDMA Measurement Report Trigger (EVENT for Measurement Report)

Event Type
Description
Event 1AServing cell CPICH enters the reporting range
Event 1BServing cell CPICH leaves the reporting range
Event 1CNeighbour Cell CPICH becomes better than the serving cell CPICH
Event 1DChange of best cell
Event 1EServing cell CPICH becomes better than an absolute threshold
Event 1FServing cell CPICH becomes worse than an absolute threshold
Event 2A
Change of best frequency
Event 2B
The estimated quality of the currently used frequency is below a certain threshold and the estimated quality of a non-used frequency is above a certain threshold
Event 2C
The estimated quality of a non-used frequency is above a certain threshold
Event 2D
The estimated quality of the currently used frequency is below a certain threshol
Event 2E
The estimated quality of a non-used frequency is below a certain threshold
Event 2F
The estimated quality of the currently used frequency is above a certain threshold
Event 2A
The estimated quality of the currently used UTRAN frequency is below a certain threshold and the estimated quality of the other system is above a certain threshold.
Event 2B
The estimated quality of other system is below a certain threshold
Event 2C
The estimated quality of other system is above a certain threshold
Event 2D
Change of best cell in other system
Event 4A
Transport Channel Traffic Volume becomes larger than an absolute threshold
Event 4B
Transport Channel Traffic Volume becomes smaller than an absolute threshold
Event 5A
A predefined number of bad CRCs are exceeded
Event 6A
The UE Tx power becomes larger than an absolute threshold
Event 6B
The UE Tx power becomes less than an absolute threshold
Event 6C
The UE Tx power reaches its minimum value
Event 6D
The UE Tx power reaches its maximum value
Event 6E
The UE RSSI reaches the UE's dynamic receiver range
Event 6F
(FDD) The UE Rx-Tx time difference for a RL included in the active set becomes larger than an absolute threshold
(1.28 Mcps TDD): The time difference indicated by TADV becomes larger than an absolute threshold
Event 6G
The UE Rx-Tx time difference for a RL included in the active set becomes less than an absolute threshold
Event 7A
The UE position changes more than an absolute threshold
Event 7B
SFN-SFN measurement changes more than an absolute threshold
Event 7C
GPS time and SFN time have drifted apart more than an absolute threshold
Event 7D
GANSS time and SFN time have drifted apart more than an absolute threshold

Sumber : http://www.sharetechnote.com/html/Handbook_UMTS_MeasurementEvent.html


Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:46 PM

Thursday, June 1, 2017

Membuat Cellfile 2G dan 3G Sendiri

Kalau kita bicara soal cellfile maka kita bicara soal TEMS Investigation. Di Genex Probe namanya Engineering Parameter. Penamaannya saja yang berbeda, fungsinya kurang lebih sama.

Bagi yang mencari cellfile 4G, silakan kesini ya, Cara membuat cellfile (XML) LTE TEMS Investigation 16.XX

Cellfile dibuat untuk membantu drive test engineer dalam bekerja, dan juga membantu untuk melakukan analisa. Cellfile itu berisi informasi site, seperti lokasi site dan parameter standar site (BCCH, PSC, dll).

Namanya cellfile berarti informasinya cell level. Jadi setiap sektor ada informasinya sendiri. Dari cellfile juga drive test engineer dapat mengidentifikasi apakah site tersebut cross feeder/fiber atau tidak.

Yang paling penting dari cellfile adalah harus update sesuai network. Jika ada perubahan parameter standar yang informasinya ada di cellfile, maka harus diupdate. Disini kita harus memperhatikan DUMP file terbaru dan update azimuth terbaru. Karena di cellfile dua informasi inilah yang paling penting diperhatikan, selain informasi wajib lain ya, seperti informasi lokasi, cellname, mnc, mcc, dll.

Cellfile 2G, Cellfile 3G, dan Cellfile 4G memiliki format masing-masing. Cellfile 2G tidak bisa dipakai untuk drive test 3G atau 4G, begitupun sebaliknya.

Contoh cellfile 3G
Contoh cellfile 2G
Cellfile 2G dan 3G ini berekstensi .cel
Bagi yang ingin contoh cellfile, saya sudah sediakan di link berikut ini.

Download contoh cellfile 2G dan 3G

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:04 AM

Tuesday, May 9, 2017

Potong Logfile TEMS Investigation 16.XX (Logfile dot trp)

Potong logfile dalam dunia per-RFan mungkin sudah tidak asing ya. Tentunya potong logfile ini bertujuan agar bagaimana hasil data yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sesungguhnya di lapangan.

Misalnya saja Genex Probe, kita dapat menemukan fasilitas potong logfile disana. Begitu juga dengan TEMS Investigation. Namun, TEMS Investigation sekarang ini telah dikembangkan untuk mendukung jaringan LTE, dan juga sekarang ini hasil record drive test (logfile) ekstensinya berbeda dengan versi TEMS Investigation terdahulu. Dulu = .log , Sekarang = .trp

Nah yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana cara potong logfile di versi TEMS Investigation sekarang ini (TEMS Investigation 16.xx) dengan logfile yang berekstensi .trp.

RouteUtility

Bagi teman-teman yang sudah install TEMS Investigation 16.xx, maka aplikasi RouteUtility sudah masuk di dalamnya. Tepatnya ada di folder instalasi TEMS Investigation tersebut. Jika Windows anda 64bit, maka RouteUtility dapat di temukan di sini :
C:\Program Files (x86)\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\Application\RouteUtility.exe
Jika 32bit, maka biasanya ada disini
C:\Program Files\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\Application\RouteUtility.exe"
Tergantung pas installnya dimana sih sebenarnya.

Atau dapat juga di search di start menu Windows anda ya.

Jenis Pemotongan Logfile

Maksud dari jenis pemotongan logfile adalah logfile tersebut hendak dipotong berdasarkan kategori apa. Ada 3 jenis pemotongan dari RouteUtility yang dapat digunakan, 
  1. Split By Region
  2. Split By Equipment
  3. Extract Timespan
Klik gambar untuk memperbesar.
Route Utility
RouteUtility
Yang biasanya saya lakukan adalah dengan menggunakan Extract Timespan. Dengan menggunakan kategori ini, logfile dipotong berdasarkan waktu. Misalnya saja panjang logfile adalah dari jam 13:05:01 dan berakhir 13:06:59, maka dapat dipotong sesuai kebutuhan berdasarkan rentang waktu tersebut. Misalnya yang saya butuhkan adalah dari waktu 13:05:20 sampai dengan 13:06:20, maka tinggal menyesuaikannya di RouteUtility. Perhatikan gambar berikut, klik gambar untuk memperbesar.

extract timespan
Extract Timespan
"Select File" untuk pilih logfile yang akan dipotong, kemudian sesuaikan waktunya dengan cara menggeser tombol ke kanan dan ke kiri, tentukan "Output folder"nya. Lalu klik Start. Maka logfile akan terpotong sesuai waktu yang ditentukan.

Sedangkan untuk memisahkan antara MS1, MS2, dan seterusnya, dapat menggunakan Split By Equipment.

Cukup sekian yang dapat saya share, semoga bermanfaat.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
8:09 PM

Friday, April 7, 2017

Copy Thematic Map dari MapInfo

Oke, ini mungkin sederhana ya, tapi ya kalau nggak tau jadi nggak sederhana. Perlu nyari-nyari lagi, perlu waktu lagi.

Intinya sih bagaimana kita bisa melakukan thematic di MapInfo dengan format yang telah dibuat oleh teman kita, tanpa membuat ulang. Yaitu dengan cara copy file thematic yang telah dibuat.

Caranya simple, kita hanya perlu tahu dimana file thematic yang telah dibuat tersebut di simpan, kemudian copy ke komputer kita.

Silakan coba diakses direktori berikut di Windows dimana thematic yang telah dibuat berada (di komputer teman anda) :

C:\Users\xxxxxx\AppData\Roaming\MapInfo\MapInfo\Professional\1200\ThmTmplt

Isi xxxxxx dengan nama USER di Windows yang sedang dipakai. Atau mudahnya tinggal ditelusuri folder Users di C: tersebut. Klik gambar untuk memperjelas.
Direktori thematic mapinfo
Direktori Thematic
Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:14 AM

Wednesday, April 5, 2017

Compress Banyak Folder Menggunakan 7zip, Hasilnya Terpisah Tiap Folder

Oke mungkin ini sedikit keluar dari konteks "Telco" tapi yang namanya pekerjaan telco engineer itu selalu berhubungan dengan komputer. Nge-plot, nge-plan, ngolah data, optimasi, dan lain-lain tidak akan lepas dari komputer sebagai alat utama untuk mengolah data.

Yang saya bahas disini adalah ketika kita memiliki banyak folder yang perlu dikompresi (dalam kasus ini saya perlu untuk mengkompres project TEMS Discovery agar tidak terlalu memakan tempat) untuk menghemat kapasitas hardisk, apalagi kalau sudah banyak project yang kita jalani, dapat disimpan sebagai arsip untuk diri kita sendiri.

Di WinRAR mungkin anda bisa menemukan fitur ini dengan mudah, tapi di 7zip kita akan menggunakan command line melalui CMD windows yang nantinya akan kita save ke file .bat

1. Buka notepad.
2. Isikan command berikut di notepad
for /d %%X in (*) do "C:\Program Files\7-Zip\7z.exe" a "%%X.7z" "%%X\"
di bagian "C:\Program Files\7-Zip\7z.exe" ini adalah tempat 7z.exe berada, yaitu ketika anda menentukan direktori instalasi 7zip nya saat pertama kali. Ini dapat diketahui dengan cara klik kanan pada shortcut 7zip yang ada didesktop (atau bisa dicari dengan menekan tombol windows terlebih dahulu, ketika ditemukan klik kanan dan open file location.

3. Simpan notepad dengan extensi .bat (misal kompresi.baat)
Save as bat file
Save as Bat File

4. Simpan file tersebut di tempat dimana folder-folder yang akan dikompresi berada.
5. Double click file .bat tersebut
6. Proses kompresi berjalan dan progressnya ditampilkan di command prompt (CMD), tunggu hingga selesai.

Berikut ini proses kompresinya ketika file .bat sudah dieksekusi (klik gambar untuk memperjelas)
Proses kompresi berjalan di CMD
Proses kompresi di command prompt (CMD)

Dan berikut ini hasil kompresinya yaitu dikompresi sesuai nama masing-masing folder (terpisah) tidak jadi satu file.
hasil kompresi
Hasil kompresi
Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Referensi : http://www.wikihow.com/Use-7Zip-to-Create-Multiple-Compressed-Folders-in-One-Go
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:38 PM

Sunday, February 26, 2017

Optimasi EcNo 3G WCDMA

Optimasi EcNo 3G WCDMA
Bad EcNo adalah masalah klasik yang pasti ada di setiap optimasi jaringan 3G. EcNo itu kasarnya menggambarkan kwalitas signal 3G, jika jelek, mungkin akan banyak drop call, baik PS maupun CS, gagal Handover, dan lain-lain.

Maka dari itu EcNo wajib di improve kan. Masalahnya adalah bagaimana cara menganalisa EcNo jelek. Mungkin bagi sebagian pembaca sudah hafal ya, untuk RF yang udah senior atau RNO/PLO, saya membahas ini bagi yang sama-sama ingin belajar.

Sebelum melangkah lagi, ada baiknya perlu kita pahami bahwa, 3G dapat diserving oleh maksimal 3 serving cell dalam keadaan Dedicated (RRC Connected). Jika dalam keadaan idle, signal 3G hanya diserving oleh 1 serving cell. Yang kita bahas disini adalah Bad EcNo dalam keadaan Dedicated UE.
Optimization

Missing Neighbor

Missing neighbor merupakan salah satu penyebab adanya bad EcNo. Karena semisal saja signal yang kuat yang seharusnya menjadi Active Set, tapi tidak masuk dikarenakan belum tercreate sebagai neighbor, tentu kuat signalnya ini akan "mengganggu" Active Set yang lain, menyebabkan jeleknya kwalitas signal yang diterima oleh UE.

Pilot Pollution

Terlalu banyaknya cell yang mengcover area yang sama, juga akan berpengaruh terhadap kwalitas signal di area tersebut. Banyaknya kuat signal yang hampir sama menyebabkan jeleknya RSSI, dimana berimpact juga pada EcNo dan pengalaman user. Seperti penjelasan diatas, ada banyak cell yang terdeteksi UE, sehingga mengganggu Active Set.

Overshooting Cell dan Create Relasi Yang Kurang Tepat

Baca : Pengertian Overshooting Cell. Overshooting cell dapat menyebabkan jeleknya EcNo dikarenakan kuat signal cell overshoot mengganggu Active Set, dan dapat juga dikarenakan create relasi yang kurang tepat. Relasi yang kurang tepat disini dalam artian, misalnya Cell A, overshoot terhadap coverage area Cell E, Cell F, Cell G. Namun ternyata Cell A ini dicreate neighbor ke Cell E, Cell F dan Cell G, tapi tidak sebaliknya (One Way), ini dapat menyebabkan yang namanya dragging. Dragging berarti bahwa signal yang sudah handover ke Cell A yang notabene Overshoot, tidak dapat kembali lagi ke cell E, cell F, atau cell G. Sejelek apapun nilai EcNo/RSCPnya dia tidak akan HO ke cell yang yang belum dicreate neigbor terhadap cell tersebut.

Crossfeeder

Masih berhubungan dengan relasi cellnya, crossfeeder ini berpengaruh terhadap perancangan relasi. Seorang RNO akan meng-create neighbor sesuai mainlobe dari cell yang akan dibuat relasinya. Misalnya saja, site A dengan mainlobe ke arah 50 derajat, maka cell ini harusnya dicreate neighbor dengan cell yang ada di depannya First Tier, Second Tier, sesuai arah mainlobenya. Bayangkan ketika site ini suspect crossfeeder, misalnya 1<>3, maka sector 1 yang seharusnya ada di mainlobe 50 namun ternyata tersebar di arah mainlobe sector 3 karena crossfeeder (misalnya di 270 derajat).

Tentunya site-site yang ada di arah mainlobe 50 derajat dengan site-site diarah mainlobe 270 derajat, adalah site yang berbeda. Ini akan menyebabkan banyaknya missing neighbor. Sehingga crossfeeder ini harus dihindari.

Co-SC (Scrambling Code Sama)

Co-SC dapat menyebabkan UE tidak dapat membedakan dengan benar 

Hardware Faulty

Hardware Faulty hubungannya dengan alarm, masalah ini dapat dieskalasi ke team BSS biasanya.


Mungkin segitu dulu apa yang bisa saya share. Ada koreksi atau ada tambahan sob? :)

Terima kasih, semoga bermanfaat
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:25 AM

Monday, January 16, 2017

Export/Import Legend (Plot Band) di TEMS Discovery Device

Di Tems Discovery Device untuk membuat Legend (Plot) anda perlu memasukannya di User Defined Plot Bands. Dan setelah di create, tidak akan muncul file agar bisa dicopy ke komputer lain agar bisa dipakai oleh yang lain, tidak perlu membuat ulang lagi.

Nah, cara untuk mengcopy Plot Bands ini yang akan saya paparkan disini. Mudah sih, tapi kalau gak tau ya puyeng kan nyari-nyari? :)

Configuration Management Tems Discovery Device

Sebenarnya bukan hanya Plot Bands saja yang bisa dicopy disini, tapi pengaturan custom yang lainnya juga bisa dicopy agar bisa dipakai ke komputer lain. Berikut ini langkah mudahnya :

1. Klik menu Configuration >> Configuration management
2. Untuk Plot Bands, centang User-defined Plot bands. Untuk yang lainnya dipilih sesuai yang diperlukan
Configuration Management
3. Pilih Export, kemudian file akan disimpan dalam extensi ZIP

File tersebut itulah yang nanti bisa dishare untuk digunakan bersama.

Cara import configuration management ya itu dengan cara pilih menu File >> Import >> Import TEMS Discovery Configuration.
Import Configuration
Pilih file yang sebelumnya telah di export.

Semoga bermanfaat.

2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:00 PM

Cara Membuat Cellfile (XML) LTE untuk TEMS Investigation 16.X

Mungkin ada sebagian engineer yang belum mengerti bagaimana cara membuat cellfile 4G untuk TEMS Investigation 16.x dalam bentuk XML. Disini saya kan bahas bagaimana caranya menurut apa yang biasanya saya lakukan. Karena sepanjang yang saya tau ada 2 cara, pertama menggunakan tools dari ASCOM nya itu sendiri (Cari filenya di folder instalasi ASCOM defaultnya (Windows 64bit) di C:\Program Files (x86)\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\XML Schema) file CellFileEditor.xlsm, dan kedua : dengan cara bertahapa dimulai dari membuat .cel nya. Saya biasanya menggunakan cara yang kedua.

Kenapa harus dalam bentuk XML, karena sepanjang pengalaman saya, cellfile 4G dengan extensi .cel tidak dapat menampilkan serving cell di TEMS Investigation, yang tentunya ini menyulitkan DT Engineer untuk melihat cell mana yang terkoneksi dengan UE.

Membuat XML Cellfile LTE

Tahap-tahap yang harus dilewati :
1. Buat cellfile dalam bentuk "xxxxx.cel"
2. Import cellfile ke TEMS Discovery, dan export ke dalam bentuk XML Cellfile.

Tentunya kebanyakan kita sebagai engineer tidak asing dengan namanya cellfile, berekstensi "xxxx.cel" sebagai database site yang dimapping kan ke peta dan supaya dapat membuat visualisasi kemana UE kita terkoneksi.

Format cellfile tidak sama antara 2G, 3G, dan 4G, yang membuat beda adalah kolom-kolom namanya. Berikut ini kolom-kolom nama untuk cellfile 4G :
CELL EARFCN_DL PCI PCIG CI LON LAT MCC MNC TAC ANT_DIRECTION ANT_BEAM_WIDTH

Beda spasi beda kolom. Kolom diatas yang biasanya saya gunakan untuk membuat cellfile 4G dalam bentuk "xxxx.cel". Sebenarnya bisa ditambahkan lagi kolomnya, namun harus sesuai dengan format yang Ascom berikan.
Cellfile LTE.cel
CELL => cellname
EARFCN_DL => DL EARFCN
PCI => PCI (Physical Cell ID)
PCI => PCI Group (PCI dibagi 3), misal PCI = 192, 193, 194 maka PCIG = 64
CI => Cell ID
LON => Longitude
LAT => Latitude
MCC => Mobile Country Code
MNC => Mobile Network Code
TAC => Tracking Area Code
ANT_DIRECTION => Azimuth Antenna
ANT_BEAM_WIDTH => Beamwidth Antenna

Langkah selanjutnya, import cellfile ke TEMS Discovery dan export ke dalam bentuk XML.
Export to XML Cellfile
Bagi yang belum mengetahui bagaimana caranya menggunakan TEMS Discovery dasar, bisa berkunjung ke Youtube Channel saya di : https://www.youtube.com/c/ImamSibroMuhlisi

Terima kasih
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:34 PM

Monday, October 17, 2016

Tips Drive Test Cluster 4G LTE

Drive Test Cluster (LTE)

Drive test SSV (Single Site Verification) dan drive test cluster merupakan dua hal yang berbeda. Ada teknik-teknik tersendiri untuk melakukannya. Drive test SSV biasanya dibarengi dengan adanya functionality test dan moving test. Sedangkan untuk metode cluster metodenya hanya moving test download biasanya, atau ping, CSFB, dan lain sebagainya tergantung bagaimana client meminta. Akan tetapi yang paling umum adalah moving test download untuk system 4G LTE.

Di ambil dari pengalaman saya selama menjadi engineer (Drive Test Engineer, RF Engineer reporting & optimization), dalam melakukan kegiatan drive test cluster ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan sangat penting jangan sampai diabaikan. Hal ini menyangkut DT engineer itu sendiri dan RF engineer.

1. Patuhi Metode DT Cluster

Penting banget nih, kalau gak dipatuhi, bisa ngulang DT se-cluster. Jadi ini hal pertama yang harus ditanyakan DT engineer ke RF atau RNO. "Metode DT nya bagaimana?"

2. Jangan Pernah Ada Double Route (Overlapped)

Yang dimaksud double route disini adalah satu route di DT dua kali alias ditumpuk (overlapped). Hal seperti ini akan menghambat optimasi disisi RF, dan tentunya jika RFnya jeli, data moving seperti ini perlu di remove terlebih dahulu, yang tentunya butuh waktu memilah-milah logfile. 

Ada juga overlapped data yang menguntungkan. Misalnya saja suatu route dengan RSRP-SINR bagus (biasanya legend warna biru), data seperti ini akan mengangkat persentase legend tersebut. Namun juga sebaliknya, overlapped data di route yang jelek (biasanya legend merah), akan ikut menurunkan persentase data yang bagus.

Jadi, lebih baik tidak ada overlapped data di suatu cluster demi kepentingan optimasi.

3. Logfile Tidak Terlalu Pendek/Panjang

Jika di 3G/2G voice sebelum slice logfile biasanya diperhatikan juga dimana call established dan call endnya. Di LTE, moving download biasanya yang diperhatikan adalah plotting speed downloadnya. Jadi tidak masalah anda mau slice (motong logfile) saat event apapun, karena yang paling diperhatikan adalah speed downloadnya.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pernyataan di atas itu berdasarkan pengalaman saya. Adapun lebih detailnya langsung saja ditanyakan ke RF/RNO masing-masing.

4. Perhatikan Progress Download

Pada saat Drive Test Cluster biasanya ditemui ada (walaupun pendek) route yang benar-benar nol untuk nilai throughputnya. Padahal RSRP dan SINR bagus, dan padahal di daerah lain yang masih diserving PCI dan site yang sama bisa bagus througputnya. Lalu dimana masalahnya? Masalahnya biasanya karena human error. Artinya ketika drive test jalan, speed downloadnya belum benar-benar dimulai, atau belum stabil.

Tipsnya : sebelum moving dan start record, pastikan download terlebih dahulu file nya dan tunggu sebentar sampai terlihat progess download benar-benar berjalan, baru kemudian moving mengikuti route.

5. Rapikan Logfile Sebelum Submit ke RF/RNO

Ini merupakan pilihan DT engineer itu sendiri, namun akan jauh lebih baik jika hal ini dilakukan. DT engineer tentunya lebih tau di awal mana logfile yang terpakai dan mana yang tidak terpakai. Jika logfile jumlahnya sedikit mungkin bisa saja RF yang cek sendiri mana yang tidak terpakai, namun untuk semacam DT Cluster, tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama, dan akan menghambat progress log processingnya, yang otomatis menghambat progress report.

Dari hal seperti ini pun, bisa saja terjadi reDT karena mungkin dari kesalahan memilah logfile. Tentunya imbasnya nanti ke lapangan lagi, reDT lagi.

Demi mempermudah dan mempercepat pembuatan report, maka sebaiknya logfile dipilah dahulu mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak, baru kemudian disubmit ke RFnya untuk kemudian diolah.


Demikian itu hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan drive test cluster 4G LTE berdasarkan pengalaman saya. Jika ada kritik dan saran, tinggalkan di komentar ya. Terima kasih

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:41 PM

Wednesday, August 10, 2016

Cara Membuat Neighbor Relation Menggunakan SNT di MapInfo (Download SNT1.4.2 Disini)

Sebelumnya saya telah memposting beberapa tutorial mengenai cara membuat Gcell (mapping gcell) di MapInfo.

Cara Membuat Gcell dengan Sitesee

Cara Membuat Gcell dengan Common3.2 dan Make Sector

SNT Gcell WCDMA-GSM

Untuk membuat neighbor relation menggunakan SNT cukup dengan menambahkan kolom pada gcell, yaitu kolom SectorName. Kemudian buat satu buah lagi file yang berisi source dan neighbornya. SNT memiliki aturan sendiri dalam penamaan gcell dan file untuk relasi neighbor nya. Untuk gcell anda harus menamainya dengan Sect_site_ant_umts dan untuk file relasi neighbornya dinamai nbrs.

Yang perlu diingat baik-baik adalah tipe data yang digunakan untuk kolom CELL, NBR dan SECTORNAME adalah tipe data CHARACTER.

Tools ini juga bisa digunakan untuk melihat relasi dari site 3G ke 2G dengan menambahkan gcell 2G dan diberinama dengan Sect_site_ant_gsm, dan relasi neigbornya dinamai dengan gsmnbrs.

Sedangkan isi dari tabel NBRS itu ada 2 kolom, yaitu kolom Cell, dan kolom nbr. Untuk tabel GSMNBRS isnya juga dua kolom yaitu kolom Cell dan kolom gsmnbr.

SNT LTE

Jika ada SNT WCDMA dan GSM, lalu ada gak SNT 4G? Oke tool ini emang tool lawas, saya lihat di "about"-nya, tool ini dibuat tahun 2007. Jadi mungkin memang belum ada untuk LTE. Sebenarnya sih mudah saja, dengan berpegang pada cara kerja tool ini. Tool ini akan error jika hal-hal berikut tidak terpenuhi;
  1. Format nama file harus seperti ini, tidak boleh kurang tidak boleh lebih: Sect_site_ant_umts, Sect_site_ant_gsm, nbrs, gsmnbrs.
  2. Salah satu nama kolom dalam gcell Sect_site_ant_umts/Sect_site_ant_gsm harus: SectorName. Untuk mendefinisikan cell yang dibuat relasi.
  3. Nama kolom dalam tabel relasi harus: cell untuk source, dan nbr/gsmnbr untuk relasi cellnya.
Dari syarat-syarat diatas, untuk membuat SNT LTE tentunya mudah, tinggal mengganti isi dari tabel-tabel tersebut dengan data-data site LTE yang diperlukan.

Cara menggunakan SNT di MapInfo

Setelah tool SNT di load ke MapInfo, dan table-tabel yang telah dijelaskan diatas juga telah dibuka di MapInfo, tinggal bagaimana cara menggunakannya. Untuk relasi dari WCDMA ke WCDMA, Sect_site_ant_umts dan tabel nbrs harus dibuka di MapInfo, aktifkan tombol berikut :
SNT WCDMA to WCDMA
SNT WCDMA to WCDMA
Kemudian klik di gcell, akan tampil mapping relasi seperti berikut ini:
Mapping Relasi Menggunakan SNT di MapInfo
Mapping Relasi menggunakan SNT
Sedangkan untuk relasi dari WCDMA ke GSM tabel yang harus dibuka adalah Sect_site_ant_umts, Sect_site_ant_gsm, gsmnbrs. Aktifkan tombol berikut di tool SNT
SNT WCDMA to GSM MapInfo
SNT WCDMA to GSM
Kemudian klik di gcell, akan tampil mapping relasi seperti berikut ini:
Mapping relasi menggunakan SNT MapInfo
Mapping relasi dari WCDMA ke GSM

Download Tool SNT MapInfo

Saya sudah menyediakan tool SNT ini di dropbox, silakan bagi siapa saja yang ingin mendownload toolnya.
Download Tool SNT1.4.2 MapInfo
Contoh Gcell SNT WCDMA dan GSM, bisa di download di link berikut 
Download Gcell SNT WCDMA GSM
Semoga bermanfaat.
6
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
5:21 AM

Wednesday, June 1, 2016

Pilot Pollution (Impact Bad SINR) - LTE

Bad SINR

Pekerjaan optimasi coverage dan quality tidak akan jauh dari yang namanya "no dominant serving cell" di suatu area (bad spot). Ini ditandai dengan bagusnya RSRP (reference signal received power) namun jelek untuk SINR (signal to interference plus noise ratio).

Hal seperti ini biasanya disebabkan karena tidak ada cell yang dominan di area tersebut. Seperti gambar di bawah ini.
good rsrp bad sinr
Good RSRP, Bad SINR
spidergraph
Spidergraph
Solusinya adalah bagaimana membuat area tersebut dominan diserving/dicover oleh salah satu cell saja dari beberapa cell yang mengcover seperti terlihat digambar.

Overshooting cell sangat mempengaruhi akan timbulnya area bad SINR seperti ini. Area yang seharusnya tercover oleh hanya satu cell saja, bisa tercover oleh dua atau lebih cell yang lain yang overshooting ke arah area tersebut. Apalagi kontribusi serving di area tersebut cukup banyak. Contohnya gambar: untuk mengurangi/mengoptimasi bad SINR bisa dengan cara mendowntilt cell dari site yang ada di pojok kiri gambar. Atau kita bisa juga mengatur power transmitnya. Itu salah satu solusinya, bisa dilakukan hal lain lagi.

Optimasi adalah proses yang mungkin tidak satu kali aksi saja bisa berhasil, berbagai cara yang mungkin bisa memperbaiki bad spot, bisa dicoba untuk dilakukan. Namun, jika dilakukan terlalu mudah pun melakukan plan optimasi, hasilnya mungkin akan kurang bagus dan malah mungkin membutuhkan cost yang lebih untuk kegiatan optimasi bad spot tersebut.

Optimization

Beberapa langkah yang mungkin diperlukan untuk mengoptimasi bad spot diantaranya adalah;
1. Cek kontur menggunakan google earth
2. Audit site, sehingga bisa diketahui; jenis antenna, tinggi antenna, tilting antenna.
3. Cek parameter yang berhubungan dengan power biasanya, karena masalah ini menyangkut coverage dan quality signal yang diterima oleh user.
4. Cek interference level.
elevation profile google earth
Elevation Profile
Dari data-data tersebut nantinya bisa diketahui bagaimana cara terbaik untuk mengoptimasi bad spot. Optimasi adalah gaya masing-masing engineer, bisa saja si engineer A berpendapat untuk mendowntilt cell yang ini, uptilt cell itu, namun mungkin engineer yang B berpendapat untuk naikan power cell yang itu, downtilt cell yang ini. Jadi tidak ada cara mutlak, melainkan cara terbaik bagaimana mengatasi sebuah masalah sebuah bad spot.

Salah satu tools yang bisa berguna untuk cek azimuth dan untuk merencanakan jika hendak dilakukan pengubahan arah azimuth cell, ada protractor.
Azimuth tools - Protractor
Protractor
Ada juga aplikasi Kathrein-calculator. Aplikasinya dapat kawan-kawan download di bawah ini.

Kathrein-calculator
Protractor

Jika ada salah mohon untuk bisa menegur saya contact us, jika kawan-kawan mempunyai tools yang lebih baik silakan dishare jika berkenan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
3
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
9:05 PM

Wednesday, April 27, 2016

Register Image di MapInfo (Membuat MAP dari Image Google Maps)

Beberapa waktu kemarin saya sempat penasaran, bagaimana caranya membuat map dari gambar google maps. Dulu saya pikir bisa langsung di download dari google maps, namun ternyata ada proses-prosesnya yang perlu kita lakukan terlebih dahulu.

Saya penasaran karena tanpa adanya map ini tentunya mempersulit proses drive test di lapangan. Karena map yang ada waktu itu hanya berupa garis-garis jalan utama dan jalan-jalan kecil, namun tak lengkap. Setelah saya mencari kesana-kemari saya menemukan ternyata proses membuat map dengan gambar tersebut biasa disebut juga georeferencing image. Awalnya saya pikir perlu menggunakan software selain dari MapInfo, namun ternyata file image bisa di register di MapInfo juga. Sempat saya install QuantumGIS juga untuk melakukan georeferencing image.

Satu yang tidak saya singgun di video ini adalah bagaimana cara mendapatkan gambar dari google maps. Fyi, teman-teman bisa mendapatkan gambar dari google maps dengan aplikasi berikut :
  1. Google Maps Saver
  2. Google Maps Downloader

Selamat menyimak, semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
12:00 AM

Friday, February 12, 2016

Trik Mencari Titik Koordinat di MapInfo

Oke, ini simple tapi cukup berguna. Terkhusus bagi yang masih pemula ya, seperti saya sendiri. Mudah-mudahan cepet jadi expert ilmunya, karirnya juga.

Teknisnya biasanya kita mencari titik koordinat di google maps, namun bagaimana jika kita sedang mengolah data menggunakan MapInfo, tentunya sulit ya bagi yang belum tahu. Seperti suatu waktu saya pernah mencari titik koordinat dengan menggunakan MapInfo, namun cara yang saya gunakan yaitu membuat tabel di excel dan kemudian menentukan pula longitude dan latitude nya.

Ketika itu karena memang saya sudah bingung mencari tools di MapInfo untuk titik tertentu tapi tidak kunjung saya temukan, dan akhirnya saya membuat tabel seperti itu agar bisa di mapping, padahal hanya untuk satu titik.

Karena memang tabiat saya mencari tahu dulu sendiri sampai saya merasa harus bertanya, baru kemudian saya bertanya. Alhasil, setelah sekian lama, akhirnya saya bertanya kepada teman, dan beginilah caranya, sangat mudah.
  • Aktifkan Cosmetic Layer.
  • Beri symbol dimana saja di window map MapInfo.
  • Double-click symbol tersebut.
  • Ubah koordinatnya sesuai koordinat yang dicari (dalam degrees).
Klik gambar untuk memperbesar.
mencari titik koordinat di MapInfo
Koordinat di MapInfo
Semoga bermanfaat.

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
6:00 PM

Thursday, January 21, 2016

Cara Membuat File Kosong Berukuran Tertentu

Terkadang kita membutuhkan sebuah file junk yang berukuran tertentu untuk proses tes jaringan, drive test. Yang nantinya file ini ditempatkan di sebuah server (FTP biasanya) untuk bisa digunakan test download sebagaimana metode drive test yang diminta. Misalnya saja kita membutuhkan file sebesar 100MB, 500MB, atau bahkan 1GB.

Saya akan membahas bagaimana create file tersebut di Windows offline, bukan disisi servernya. Caranya sangat mudah untuk bisa membuat file junk seperti itu, langkah-langkahnya yaitu :

1. Buka command prompt (administrator).
2. Masuk ke direktori dimana file tersebut akan disimpan. Misal di E: , berikan command berikut;
E:
3. Kemudian ketikan perintah dengan format "fsutil file createnew namafile besar_file_dalam_Byte. Contohnya seperti berikut ini
fsutil file createnew filesaya 1024000000
fsutil file create new
fsutil file createnew

junk file using fsutil file createnew
file saya
Berikut ini versi Youtube nya.


Demikian, semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
10:46 PM

Saturday, December 19, 2015

Cara Membuat Gcell dengan comMON 3.2 dan Make Sector (Update : comMON4.0)

Yang pertama perlu diperhatikan disini adalah format yang diminta oleh comMON3.2 dan Make Sector. Untuk comMON 2.4 atau 3.2 meminta format header yang perlu diterapkan di dalam file yang akan dibuat gcell. Lihat juga bagaimana Cara Membuat Gcell dengan Sitesee (Download Sitesee.MBX nya juga).

Update : Common 4.0

Membuat Gcell dengan COMMON 3.2

Siapkan file gcell nya (biasanya dalam bentuk excel), kemudian buka dan save as menjadi file teks (.txt). Nah, format header yang saya maksud ada disini. Biasanya kalau anda dapatkan dari OSS langsung berformat default. Tapi ada juga saya mendapatkan format yang sedikit berbeda dari yang lain, sehingga ketika saya buat gcell dari file tersebut hasilnya error. Jadi semisal error, lebih baik dicek lagi bagaimana headernya. Nanti akan saya sertakan headernya saja, agar supaya bisa dicocokan semisal dibutuhkan ketika membuat gcell dengan comMON3.2 namun error. Intinya sih, ada kriteria header yang harus dipenuhi untuk membuat gcell dengan comMON3.2, dan pastinya saya juga belum tahu, silakan untuk di explore sendiri.
save as ke file text - common3.2
Save as Tab Delimited (txt)
Format save as txt ada beberapa jenis disitu. Kenapa dipilih tab delimited? Karena ketika saya menggunakan unicode, dan yang lain, kolom jadi tidak beraturan. Sehingga pengalaman saya, untuk baris longitude dan latitude tidak ditemukan ketika di load di comMON3.2 alias error. Tab delimited bisa tetap menjaga kolom agar tetap berada pada tempatnya seperti di excel.

Selanjutnya buka program mapinfo professional anda. Kemudian load comMON3.2 seperti biasa. Setelah itu klik menu "comMON" dan klik submenu "Open gcell Tabel". Browse file txt yang tadi dibuat, kemudian secara otomatis file gcell akan tercreate tanpa error. Jika ada error, tolong perhatikan lagi headernya.
step memasukan txt dengan common3.2
Step untuk memasukan file txt
Maksud dari cell radius yang muncul sebelum browse adalah anda bisa menentukan panjanganya jangkuan cell untuk penggambaran di gcell. Memilih yang atas berarti sesuai dengan file yang akan di load. sedangkan memilih yang bawah dan memasukan nilainya berarti custom sesuai selera kita.
file gcell mapinfo tercreate setelah file gcell txt di load
Gcell Mapinfo muncul di folder yang sama dengan file gcell txt

Membuat Gcell dengan Make Sector

Yang ini jauh lebih mudah. Kita tidak perlu menggunakan template, yang penting di dalam file gcell ada kolom longitude, latitude, azimuth antenna, beamwidth (bisa dicustom), dan sector size (bisa dicustom). Selain itu, file yang digunakan juga dapat berupa file excel ataupun txt.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

Load make sector untuk menampilkan menunya. Kemudian klik make sector, load file gcellnya. Kemudian akan tampil menu tabel info, isikan sesuai yang diminta.
make sector
make sector
Berikut link download tools comMON3.2 dan Make Sector. Dan saya sertakan juga contoh header yang untuk comMON3.2. Semoga bermanfaat.

Download comMON3.2 dan Make Sector MapInfo Tools

UPDATE : Setelah saya mencoba membuat gcell menggunakan common3.2 untuk system 3G dengan 3 carrier ternyata yang muncul hanya 2 carrier saja. Agar semua carrier muncul perlu menggunakan common diatas common 3.2, yaitu yang saya miliki disini adalah common4.0. Bisa teman-teman download disini. Semoga bermanfaat.

Download comMON4.0
5
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
5:18 AM

Wednesday, April 8, 2015

Beberapa Langkah Menggunakan TEMS Discovery

TEMS Discovery Basic

Langkah-langkah dasar yang biasanya dicari oleh para pengguna TEMS Discovery adalah bagaimana caranya memasukkan MAP, bagaimana membuat Project baru, bagaimana memasukan Cell File dan bagaimana pula menganalisis logfile. TEMS Discovery diketahui belum lama muncul dan di tempat saya bekerja pun masih banyak yang belum bisa menggunakan aplikasi ini.

Seiring saya browsing dan mempelajari (walaupun baru sedikit) bagaimana cara menggunakan aplikasi ini, saya juga membuat sebuah video langkah-langkah dasar yang bisa dilakukan untuk menggunakan aplikasi ini khususnya untuk diri saya sendiri agar mudah diingat disaat lupa, diantaranya :
  1. Cara memasukan MAP
  2. Cara memasukan Logfile
  3. Cara memasukan Cellfile
  4. Cara menggunakan beberapa tool di MAP Views
Berikut ini video yang dapat anda simak. Jika ada kesalahan atau bahkan mau menambahkan, saya akan sangat berterima kasih jika anda memeberitahu saya.




Semoga bermanfaat.
9
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
2:17 AM

Wednesday, March 18, 2015

Mengganti Mil ke KM (Kilo Meter) di TEMS Investigation

Dalam menggunakan TEMS Investigation tentunya bersentuhan dengan window map adalah suatu kewajiban. Karena itu merupakan window mandatory yang harus ditampilkan. Map berkaitan dengan daerah yang akan di perform drive test.

Pada saat melakukan analisa bad spot, memainkan ulang logfile juga terkadang diperlukan. Menganalisa jarak juga tentu menjadi hal yang perlu dilakukan tatkala ditemukan mengapa RxLevel/RSCP/RSRP bernilai jelek padahal jarak ke site terdekat tidak terlalu jauh.

Dalam hal ini, ruler sangat berguna untuk mengetahu jarak antar site, jarak site ke subscriber, dan lain-lain. Jika komputer yang digunakan belum di custom setting/masih default, biasanya satuan jarak yang ditampilkan adalah mil. Sedangkan Indonesia adalah negara yang familiar dengan satuan kilo meter (KM). Perlu pengubahan pengaturan agar satuan KM yang digunakan.

TEMS Investigation di Windows XP

Untuk mengganti Mil ke KM (Kilo Meter) di TEMS Investigation, perhatikan gambar berikut.
Ganti mil ke KM TEMS di Windows XP
Control Panel Windows XP
1. Buka Control Panel, dan temukan dan double click menu Regional and Languange Options
2. Pada tab menu Regional Options, sebelah menu drop down pada Standards and formats, klik tombol Customize.
3.  Pada window Customize Regional Options, menu Measurement system ubah ke Metric. Klik Apply dan kemudian OK.

TEMS Investigation di Windows 7

Untuk mengganti Mil ke KM (Kilo Meter) di TEMS Investigation, perhatikan gambar berikut.
Ganti Mil ke KM TEMS di Windows 7
Control Panel Windows 7
1. Buka Control Panel, temukan dan klik menu Regional and Languange, atau masukan alamat ini ke address bar Control Panel\Clock, Language, and Region. 
2. Pada window Regional dan Languange, tab menu Fomats, klik tombol menu Additional settings...
3. Pada window Customize Format, tab menu Number, menu Measurement system, pilih Metric. Klik Apply dan kemudian OK.

Berikut satuan jarak di TEMS setelah pengaturan.
Map Tems Windows 7
map Tems
Mungkin ini bisa dikategorikan hal yang mudah bagi yang terbiasa dan sudah expert. Namun, bagi newbie, terkadang hal mudah pun bisa menjadi hal yang sulit untuk dipecahkan. Semoga tulisan ini bermanfaat.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
8:38 PM
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Find Us :

Apa yang anda cari?

Entri Populer

  • Cara Install DatePicker dan MonthView Microsoft Excel
    Bagi anda yang membaca artikel ini, seharusnya anda telah mengunjungi Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro) . Sebelum meli...
  • Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro)
    CALENDAR DATE PICKER Macro excel pasti bakal dibutuhkan untuk pekerjaan kita di dunia telco. Sangat bermanfaat untuk olah data. Saya mend...
  • Cara Membuat Gcell dengan comMON 3.2 dan Make Sector (Update : comMON4.0)
    Yang pertama perlu diperhatikan disini adalah format yang diminta oleh comMON3.2 dan Make Sector. Untuk comMON 2.4 atau 3.2 meminta format...
  • Beberapa Langkah Menggunakan TEMS Discovery
    TEMS Discovery Basic Langkah-langkah dasar yang biasanya dicari oleh para pengguna TEMS Discovery adalah bagaimana caranya memasukkan ...
  • Cara Mengatasi Google Earth Stuck di Loading Myplaces.kml (Dan Contoh Batch File untuk Delete Dengan Cepat)
    Delete Folder di AppDATA Sebagai RF Engineer tidak mungkin kalau tidak kenal dengan aplikasi Google Earth . Nah, salah satu masalah yang...
  • Cara Membuat Neighbor Relation Menggunakan SNT di MapInfo (Download SNT1.4.2 Disini)
    Sebelumnya saya telah memposting beberapa tutorial mengenai cara membuat Gcell (mapping gcell) di MapInfo. Cara Membuat Gcell dengan Sit...
  • Mengubah File TAB di Mapinfo ke File KML di Google Earth
    Sebagai engineer, terkadang kita memerlukan pengubahan file TAB dari mapinfo ke file KML di google earth untuk kebutuhan analisa hasil driv...
  • Membuat Kolom MOD3 Langsung di MapInfo (Gcell LTE)
    Gcell itu bisa diatur informasi apa saja yang ada di dalamnya, termasuk informasi nilai MOD3 . Bahkan saya pernah mendapatkan gcell yang ti...
  • Hitung Jarak Line/Polyline dengan SQL Query di MapInfo
    Yang saya maksudkan disini sederhana, yaitu bagaimana cara menghitung jarak route drive test yang kita buat. Baik untuk ssv ataupun untuk ...
  • Kumpulan Lokasi Metric/KPI Di TEMS Discovery Device (TDD)
    TEMS Discovery menurut saya sejauh ini adalah salah satu tool yang cukup rumit dalam penggunaannya. Contohnya saja soal search KPI/measurem...
Copyright 2017 Telecommunication Engineering - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates