Telecommunication Engineering

Seputar dunia telekomunikasi, membahas materi-materi yang berkaitan dengan bidang telekomunikasi.

  • Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Police
Home » 2G
Showing posts with label 2G. Show all posts
Showing posts with label 2G. Show all posts

Thursday, June 1, 2017

Membuat Cellfile 2G dan 3G Sendiri

Kalau kita bicara soal cellfile maka kita bicara soal TEMS Investigation. Di Genex Probe namanya Engineering Parameter. Penamaannya saja yang berbeda, fungsinya kurang lebih sama.

Bagi yang mencari cellfile 4G, silakan kesini ya, Cara membuat cellfile (XML) LTE TEMS Investigation 16.XX

Cellfile dibuat untuk membantu drive test engineer dalam bekerja, dan juga membantu untuk melakukan analisa. Cellfile itu berisi informasi site, seperti lokasi site dan parameter standar site (BCCH, PSC, dll).

Namanya cellfile berarti informasinya cell level. Jadi setiap sektor ada informasinya sendiri. Dari cellfile juga drive test engineer dapat mengidentifikasi apakah site tersebut cross feeder/fiber atau tidak.

Yang paling penting dari cellfile adalah harus update sesuai network. Jika ada perubahan parameter standar yang informasinya ada di cellfile, maka harus diupdate. Disini kita harus memperhatikan DUMP file terbaru dan update azimuth terbaru. Karena di cellfile dua informasi inilah yang paling penting diperhatikan, selain informasi wajib lain ya, seperti informasi lokasi, cellname, mnc, mcc, dll.

Cellfile 2G, Cellfile 3G, dan Cellfile 4G memiliki format masing-masing. Cellfile 2G tidak bisa dipakai untuk drive test 3G atau 4G, begitupun sebaliknya.

Contoh cellfile 3G
Contoh cellfile 2G
Cellfile 2G dan 3G ini berekstensi .cel
Bagi yang ingin contoh cellfile, saya sudah sediakan di link berikut ini.

Download contoh cellfile 2G dan 3G

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:04 AM

Wednesday, March 25, 2015

Mengubah File TAB di Mapinfo ke File KML di Google Earth

Sebagai engineer, terkadang kita memerlukan pengubahan file TAB dari mapinfo ke file KML di google earth untuk kebutuhan analisa hasil drive test. Pengubahan extensi ini dapat dilakukan langsung di MapInfo menggunakan tool tambahan yang akan saya share di postingan ini. Dalam tutorial ini saya menggunakan MapInfo versi 11 dan Gcell area Jateng.

Ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini untuk mengubah file TAB ke file KML di MapInfo.
1. Download tool MBX berikut ini.
File Mapinfo2GoogleEarth
2. Extract file tersebut. Temukan file berekstensi .MBX, copy file tersebut ke file instalasi MapInfo > Professional > Tools.
3. Buka MapInfo, pilih menu Tools, pilih Run MapBasic Program...
4. Pada window yang muncul tadi pilih file yang telah di download dan di-copy pada langkah 2. Klik Open. Perhatikan gambar berikut ini, klik gambar untuk memperbesar.
menu run mapbasic program
run mapbasic program
5. Akan muncul menu bar baru yaitu Mapinfo2Google disebelah menu Help. Kemudian masuk ke menu Tools > Tool Manager...
6. Pada window Tool Manager... tersebut klik tombol Add Tool... Pada kolom Title isikan judulmenu yang akan ditampilkan. Pada kolom Location, pilih lokasi file .MBX pada langkah sebelumnya tadi. Pada kolom Description, isikan deskripsi dari menu yang akan ditambahkan tersebut. Klik OK.
7. Selanjutnya pada check box yang ada di kolom Tool, pilihan Loaded dan Autoloaded di check. Klik OK. Perhatikan gambar berikut ini, klik gambar untuk memperbesar.
add menu di tool manager
Tool Manager
8. Kemudian masukan gcell yang ingin di export ke google earth seperti biasa.
9. Pilih menu Query > Select All from ........ 
10. Setelah select all gcell, kemudian pilih menu Map > Google Earth Link > Export to Google Earth.
11. Pada window yang muncul pilih Export selected objects (KML). Kemudian pada window yang muncul selanjutnya isi Output Path dimana file hasil export akan disimpan. File Name adalah nama file-nya. Description adalah deskripsi file-nya. Select the source for the Place Name adalah nama yang akan diberikan di titik lokasinya, dapat diisi dengan Site_name nya. Klik OK. Perhatikan gambar berikut, klik gambar untuk memperbesar.
langkah export ke KML google earth
export to google earth
12. Buka file di google earth.

Berikut screenshot contoh hasil export gcell ke google earth.
contoh hasil export
contoh hasil export
Semoga bermanfaat.
7
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
12:02 AM

Wednesday, March 18, 2015

Mengganti Mil ke KM (Kilo Meter) di TEMS Investigation

Dalam menggunakan TEMS Investigation tentunya bersentuhan dengan window map adalah suatu kewajiban. Karena itu merupakan window mandatory yang harus ditampilkan. Map berkaitan dengan daerah yang akan di perform drive test.

Pada saat melakukan analisa bad spot, memainkan ulang logfile juga terkadang diperlukan. Menganalisa jarak juga tentu menjadi hal yang perlu dilakukan tatkala ditemukan mengapa RxLevel/RSCP/RSRP bernilai jelek padahal jarak ke site terdekat tidak terlalu jauh.

Dalam hal ini, ruler sangat berguna untuk mengetahu jarak antar site, jarak site ke subscriber, dan lain-lain. Jika komputer yang digunakan belum di custom setting/masih default, biasanya satuan jarak yang ditampilkan adalah mil. Sedangkan Indonesia adalah negara yang familiar dengan satuan kilo meter (KM). Perlu pengubahan pengaturan agar satuan KM yang digunakan.

TEMS Investigation di Windows XP

Untuk mengganti Mil ke KM (Kilo Meter) di TEMS Investigation, perhatikan gambar berikut.
Ganti mil ke KM TEMS di Windows XP
Control Panel Windows XP
1. Buka Control Panel, dan temukan dan double click menu Regional and Languange Options
2. Pada tab menu Regional Options, sebelah menu drop down pada Standards and formats, klik tombol Customize.
3.  Pada window Customize Regional Options, menu Measurement system ubah ke Metric. Klik Apply dan kemudian OK.

TEMS Investigation di Windows 7

Untuk mengganti Mil ke KM (Kilo Meter) di TEMS Investigation, perhatikan gambar berikut.
Ganti Mil ke KM TEMS di Windows 7
Control Panel Windows 7
1. Buka Control Panel, temukan dan klik menu Regional and Languange, atau masukan alamat ini ke address bar Control Panel\Clock, Language, and Region. 
2. Pada window Regional dan Languange, tab menu Fomats, klik tombol menu Additional settings...
3. Pada window Customize Format, tab menu Number, menu Measurement system, pilih Metric. Klik Apply dan kemudian OK.

Berikut satuan jarak di TEMS setelah pengaturan.
Map Tems Windows 7
map Tems
Mungkin ini bisa dikategorikan hal yang mudah bagi yang terbiasa dan sudah expert. Namun, bagi newbie, terkadang hal mudah pun bisa menjadi hal yang sulit untuk dipecahkan. Semoga tulisan ini bermanfaat.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
8:38 PM

Friday, February 20, 2015

Teknik Multiple Access GSM

Multiple access adalah cara bagaimana base station dapat diakses oleh subscriber secara bersamaan. Teknologi GSM menggunakan teknik FDMA dan TDMA. Dimana FDMA (Frequency Division Multiple Access) adalah membagi total bandwidth menjadi sebesar 200KHz dan kemudian TDMA (Time Division Multiple Access) membaginya menjadi 8 time slot.

Satu time slot berdurasi 577 µs. Sedangkan urutan 8 time slot disebut dengan TDMA Frame, yang berdurasi 8*577 µs = 4615 µs atau 4.615 ms. Satu time slot ini dapat menampung 1 panggilan telepon fullrate, jika halfrate dapat menampung sebanyak 2 panggilan telepon. Yang berarti dapat menampung 8 panggilan fullrate dan 16 panggilan halfrate dalam satu TDMA Frame (8 time slot).
fdma dan tdma
FDMA dan TDMA
Pada satu time slot, transmisi tidak dilakukan secara terus menerus. Ada jeda yaitu pada saat HF switch on dan HF switch off. Urutannya adalah HF switch ON, kemudian data ditransmisikan, dan kemudian HF switch OFF. Teknik ini disebut dengan BURST.

Dalam pentransmisian 1 time slot membutuhkan waktu 0.577 ms seperti yang sudah disebutkan diatas, berisi data sebesar 156.25 bit. Diantaranya adalah :
  1. 142 bit informasi yang dipecah menjadi 2 kali 57 bit informasi, 2 stealing flag, dan 26 training sequence.
  2. 3 tail bits. Yang berfungsi untuk mencegah kerusakan pada bit-bit informasi pada saat burst dikirimkan. Bit ini hanya berisi logika 0.
  3. 8.25 bit sebagai guard periode. Bit ini juga tidak berisi informasi dan berfungsi sebagai penghindar error pada saat pentransmisian burst.

Struktur diatas adalah struktur Normal Burst yang digunakan oleh kanal TCH (Traffic Channel) untuk sebagai kanal dedicated. Selain dari Normal Burst ada juga jenis Burst yang lain diantaranya : Frequency Correction Burst, Synchroization Burst, Access Burst, dan Dummy Burst.
1
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:05 AM

Monday, November 26, 2012

Alokasi Frekuensi GSM


Alokasi frekuensi GSM yang dipakai di sebagian besar dunia yaitu pada pita 900 MHz, yang dikenal sebagai GSM900, dan pada pita 1800 MHz, yang dikenal sebagai GSM1800 atau DCS (Digital Communication System), seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :
Alokasi Frekuensi GSM
Alokasi Frekuensi GSM
Frekuensi downlink adalah frekuensi yang dipancarkan oleh BTS-BTS untuk berkomunikasi dengan MS dan juga menghasilkan apa yang disebut sebagai coverage footprint operator. Sedangkan frekuensi uplink adalah frekuensi yang digunakan oleh MS agar bisa terhubung ke jaringan.

Untuk akses uplink, alokasi frekuensi GSM900 yaitu dari 890 MHz sampai dengan 915 MHz, sedangkan untuk downlink dari 935 MHz sampai dengan 960 MHz. Dalam frekuensi GSM900, baik uplink maupun downlink memiliki alokasi frekuensi yang berbeda, namun dengan penomoran kanal ARFCN keduanya sama, karena kedua-duanya adalah pasangan kanal duplex yang dipisahkan selebar 45 MHz.

Lebar pita spektrum GSM900 adalah sebesar 25 MHz dan penomoran kanal ARFCN-nya dimulai dari 0 dan seterusnya, dengan lebar pita per kanal GSM adalah 200 KHz (0.2 MHz). Maka, jumlah total kanal untuk GSM900 adalah 25/0.2 = 125 kanal. Namun tidak semua kanal ini dapat dipakai, ada dua kanal yang harus dikorbankan sebagai system guard band pada kedua ujung batas spektrum masing-masing yaitu ARFCN 0 di batas bawah dan ARFCN 125 untuk batas atas. Jadi, ARFCN efektif yang dipakai untuk GSM900 adalah ARFCN 1 sampai 124.

Pada GSM1800 (DCS) alokasi frekuensi uplink-nya yaitu dari 1710 MHz - 1785 MHz sedangkan downlink¬¬-nya dari 1805 MHz - 1880 MHz dimana alokasi frekuensi antara uplink dan downlink terpisah selebar 95 MHz. Dengan demikian, berbeda dengan GSM900, GSM1800 memiliki lebar pita kurang lebih 3 kali lebih lebar dibanding GSM900. Pada GSM1800 penomoran kanal ARFCN-nya dimulai dari 511  dan berakhir 886 (375  kanal total, 3 kali lebih banyak dari GSM900) dimana 511 dikorbankan sebagai system guard band pada ujung bawah dan 886 dipakai sebagai system guard band pada ujung atas.

2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Anonymous
4:49 AM

Saturday, November 24, 2012

Antarmuka Jaringan Global System For Mobile Communication (GSM)

Antarmuka (interface) merupakan penghubung antara subsystem yang satu dengan subsystem yang lain dalam hal ini jaringan GSM. Ada 4 jenis antarmuka dalam jaringan GSM yaitu :
  1. A Interface
  2. A-ter Interface
  3. A-bis Interface
  4. Air Interface
Interface Jaringan GSM
Interface Jaringan GSM
Air Interface
Air interface merupakan penghubung antara Mobile Station (MS) dan Base Transceiver Station (BTS). Interface ini menggunakan teknik Time Division Multiple Access (TDMA) untuk jalur kirim dan terima dan pensinyalan informasi antar MS dan BTS. Interface ini digunakan untuk melayani pertukaran pesan antara  BTS dan pengguna melalui frekuensi radio dan menentukan pesan yang tepat untuk pengguna.

A-bis Interface
A-bis Interface adalah interface antara BTS dan BSC. A-bis Interface adalah sebuah interface PCM 32, sama seperti interface terestrial lainnya di GSM. Kecepatan transmisi pada A-bis Interface adalah 2,048 Mbps, yang dibagi dalam 32 kanal dengan kecepatan masing-masing kanal sebesar 64 Kbps. Protokol-protokol di A-bis Interface sangat bersifat vendor spesifik, konsequensinya sebuah BTS dari pabrikan vendor A tidak bisa dihubungkan dengan BSC dari pabrikan vendor B. Gambar dibawah ini menunjukkan stack protokol OSI pada A-bis Interface.

A-ter Interface
A-ter interface adalah jalur antara TRC dan BSC. Pada TRC jalur bicara ditranskodekan dari 64 Kbps menjadi 16 Kbps. 13 Kbps untuk jalur informasi dan 3 Kbps untuk in band signalling information.

A Interface
A interface adalah interface antara BSC dan MSC. Secara fisik, A interface terdiri dari satu atau lebih link PCM antara MSC dan BSC, dimana tiap-tiap link-nya berkapasitas 2 Mbps. A interface dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
  1. Bagian antara BTS dan TRAU, dimana data yang ditransmisikan masih dalam bentuk yang dikompres.
  2. Bagian antara TRAU dan MSC, dimana data yang ditransmisikan tidak dalam bentuk yang dikompres.
A interface menggunakan SS7 dengan SCCP sebagai user part-nya. GSM menggunakan signalling standart yang sudah ada (SS7 plus SCCP) pada A interface dan sebuah aplikasi baru, yaitu BSSAP (Base Station Subsystem Application Part). BSSAP dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Base Station Subsystem Management Aplication Part (BSSMAP) dan Direct Transfer Application Part (DTAP). Gambar di bawah ini menunjukkan diagram A interface dalam stack OSI layer.
BSSMAP terdiri dari informasi yang ditransmisikan antara BSC dan MSC, dimana informasi tersebut diproses oleh BSC. Seperti PAGING, HND_CMD, dan informasi RESET. Secara umum, BSSMAP mengandung semua informasi yang dipertukarkan sebagai Radio Resource Management antara BSC dan MSC, dan juga message yang digunakan sebagai control task antara BSC dan MSC.  DTAP mengandung semua informasi yang dipertukarkan antara sebuah subsystem NSS dan MS. Pesan-pesan ini transparan untuk BTS dan meliputi semua informasi yang digunakan untuk Mobility Management, kecuali LOC_UPD_REQ, IMSI_DET_IND, dan CM_SERV_REQ.

Sumber : Laporan PKL Saya
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Anonymous
5:04 AM

Friday, November 23, 2012

Global System For Mobile Communication (GSM)

Jaringan GSM dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
  1. Mobile Station (MS)
  2. Base Station Subsystem (BSS)
  3. Network Subsystem (NSS)
Jaringan GSM
Jaringan GSM
Mobile Station (MS) terdiri dari dua perangkat yaitu Mobile Equipment (ME) dan Subscriber Identification Module Card (SIM Card). Mobile Equipment adalah istilah untuk perangkat telepon seluler atau biasa disebut dengan ponsel (handphone). Sedangkan SIM adalah perangkat yang menghubungkan ME dengan Base Transceiver Station (BTS). ME secara unik diidentifikasikan dalam format International Mobile Equipment Identity (IMEI). SIM card berisi International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang digunakan untuk identifikasi pelanggan ke sistem. SIM card ini diproteksi dengan menggunakan password dan Personal Identity Number (PIN).
Sedangkan pada Base Station Subsystem (BSS) terdiri dari BTS (Base Transceiver Station) dan BSC (Base Station Controller). Dalam hal ini BSC berada diatas BTS, dimana BSC terhubung dan mengontrol beberapa BTS. BSC bertanggung jawab untuk memelihara koneksi (hubungan radio) saat panggilan dan kepadatan lalu lintas panggilan pada areanya dan meneruskannya ke NSS. BSC diantaranya menangani setup radio-channel, frequency hopping, serta proses handover. BTS merupakan alat transceiver radio pada suatu area didefinisikan sebagai sebuah cell dan menangani protokol radio-link dengan MS melalui Um interface yang juga dikenal dengan air interface (radio link).
Network Subsystem (NSS) terdiri dari MSC (Mobile Switching Center) dan beberapa database yang terhubung dengannya seperti Visitor Location Register (VLR), Authentication Center (AuC), Home Location Register (HLR), dan Equipment Identity Register (EIR). MSC berfungsi untuk switching suatu panggilan telepon dari jaringan internal atau dari jaringan lain (eksternal), call routing untuk pelanggan yang melakukan roaming (roaming subscriber), menyimpan informasi billing serta database lain yang berisi informasi subscriber ID (IMSI). HLR dan VLR bersama dengan MSC menyediakan call-routing dan fungsi roaming dari GSM. EIR merupakan database yang berisi suatu daftar valid mobile equipment pada jaringan. Authentication Center merupakan database proteksi yang akan menyimpan salinan dari kunci rahasia (secret key) yang terdapat pada setiap SIM card pelanggan. Proteksi ini digunakan untuk autentifikasi dan enkripsi pada channel radio. Sedangkan OMC (Operation and Maintenance Center) berperan memonitor operasionalnya jaringan dalam sistem serta melakukan konfigurasi remote.

Referensi : TA Mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi

Note :
Jika pada tulisan diatas terdapat kesalahan, mohon beri tahu saya.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Anonymous
4:37 AM

Wednesday, November 21, 2012

Base Transceiver Station (BTS)


BTS merupakan kependekan dari Base Transceiver Station. Kata itu hanya merupakan sebuah istilah saja dalam bidang telekomunikasi. Tergantung dari vendor yang memproduksinya namanya pun berbeda-beda. Ada yang menamainya dengan BS(Base Station), RBS(Radio Base Station), dan masih banyak lagi.

Tower
Tower
BTS bukanlah tower seperti yang terlihat seperti gambar diatas, melainkan alat yang disimpan diruangan yang biasanya berada di bawah tower tersebut. Dalam satu lingkup tower bisa terdapat banyak operator untuk jaman sekarang ini. Misal operator Three dan Fren menggunakan tower secara bersam-sama(barengan). BTS itu tersimpan dalam sebuah shelter (biasanya berbentuk kotak berwarna putih), seperti gambar dibawah ini :

Shelter
Shelter
Di dalam shelter tersebut terdapat banyak komponen, tidak hanya BTS.. Tapi ada juga rectifier, batterai, odu(outdoor unit), dan sebagainya. Sebuah BTS dapat hidup/menyala dengan menggunakan tegangan sumber sebesar 53 volt secara normalnya.

Sedangkan komponen-komponen yang ada diatas tower diantaranya adalah :
  1. Antena Microwave
  2. Antena Sektoral (biasanya berjumlah 3 buah)

Antena-antena tersebut berfungsi untuk menerima sinyal dari MS dan mengirimkan sinyal ke BTS yang lain atau langsung ke BSC(Base Station Controller).

Dalam satu BSC dapat mewakili beberapa BTS. BTS-BTS ini dikonfigurasikan dengan sistem jaringan seperti ranting pohon. Masing-masing BTS biasanya memiliki kecepatan koneksi dalam standar E1. 1 E1 = 2 MB, biasanya satu BTS ada 16 E1. Sedangkan BTS yang terhubung ke BSC dapat memiliki kecepatan koneksi mencapai 64 E1 dengan teknologi HI-CON.

Tinggi dari tower yang digunakan juga berpengaruh terhadap pelayanan yang diberikan. Semakin tinggi tower yang dipakai, maka jangkauan sinyal BTS akan semakin besar. Jumlah MS(Mobile Station) yang mengunakan BTS juga mempengaruhi jangkauan dari BTS itu sendiri. Semakin banyak MS yang menggunakan suatu BTS maka jangkauan akan semakin sempit. Maka dari itu, di kota-kota akan lebih banyak BTS yang dibangun untuk menciptakan pelayan yang efisien, agar tidak terjadi banyaknnya Drop call dan gangguan-gangguan lain dalam komunikasi mobile. Dapat saja terjadi interferensi antar BTS dikarenakan frekuensi sinyal tangkap atau kirim antara BTS yang satu dan yang lain sama.
Contoh antena sektoral (yang tidak terpasang):
Antena Sektoral
Antena Sektoral
Sekian. Mohon kalau ada kesalahan dikoreksi. Terima kasih.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Anonymous
2:33 PM
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Find Us :

Apa yang anda cari?

Entri Populer

  • Cara Install DatePicker dan MonthView Microsoft Excel
    Bagi anda yang membaca artikel ini, seharusnya anda telah mengunjungi Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro) . Sebelum meli...
  • Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro)
    CALENDAR DATE PICKER Macro excel pasti bakal dibutuhkan untuk pekerjaan kita di dunia telco. Sangat bermanfaat untuk olah data. Saya mend...
  • Cara Membuat Gcell dengan comMON 3.2 dan Make Sector (Update : comMON4.0)
    Yang pertama perlu diperhatikan disini adalah format yang diminta oleh comMON3.2 dan Make Sector. Untuk comMON 2.4 atau 3.2 meminta format...
  • Beberapa Langkah Menggunakan TEMS Discovery
    TEMS Discovery Basic Langkah-langkah dasar yang biasanya dicari oleh para pengguna TEMS Discovery adalah bagaimana caranya memasukkan ...
  • Cara Mengatasi Google Earth Stuck di Loading Myplaces.kml (Dan Contoh Batch File untuk Delete Dengan Cepat)
    Delete Folder di AppDATA Sebagai RF Engineer tidak mungkin kalau tidak kenal dengan aplikasi Google Earth . Nah, salah satu masalah yang...
  • Cara Membuat Neighbor Relation Menggunakan SNT di MapInfo (Download SNT1.4.2 Disini)
    Sebelumnya saya telah memposting beberapa tutorial mengenai cara membuat Gcell (mapping gcell) di MapInfo. Cara Membuat Gcell dengan Sit...
  • Mengubah File TAB di Mapinfo ke File KML di Google Earth
    Sebagai engineer, terkadang kita memerlukan pengubahan file TAB dari mapinfo ke file KML di google earth untuk kebutuhan analisa hasil driv...
  • Membuat Kolom MOD3 Langsung di MapInfo (Gcell LTE)
    Gcell itu bisa diatur informasi apa saja yang ada di dalamnya, termasuk informasi nilai MOD3 . Bahkan saya pernah mendapatkan gcell yang ti...
  • Hitung Jarak Line/Polyline dengan SQL Query di MapInfo
    Yang saya maksudkan disini sederhana, yaitu bagaimana cara menghitung jarak route drive test yang kita buat. Baik untuk ssv ataupun untuk ...
  • Kumpulan Lokasi Metric/KPI Di TEMS Discovery Device (TDD)
    TEMS Discovery menurut saya sejauh ini adalah salah satu tool yang cukup rumit dalam penggunaannya. Contohnya saja soal search KPI/measurem...
Copyright 2017 Telecommunication Engineering - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates