Telecommunication Engineering

Seputar dunia telekomunikasi, membahas materi-materi yang berkaitan dengan bidang telekomunikasi.

  • Home
  • About
  • Contact Us
  • Privacy Police
Home » All post

Tuesday, June 6, 2017

3G WCDMA Event 1A, 1B, 1C dan lainnya

3G WCDMA Event 1A, 1B, 1C dan lainnya
Di jaringan 3G, untuk analisa dan optimasi, setidaknya kita harus mengetahu jenis event apa saja yang ada. Berikut ini saya ambil dari website sharetechnote keterangan mengenai event-event yang ada di jaringan 3G.

WCDMA Measurement Report Trigger (EVENT for Measurement Report)

Event Type
Description
Event 1AServing cell CPICH enters the reporting range
Event 1BServing cell CPICH leaves the reporting range
Event 1CNeighbour Cell CPICH becomes better than the serving cell CPICH
Event 1DChange of best cell
Event 1EServing cell CPICH becomes better than an absolute threshold
Event 1FServing cell CPICH becomes worse than an absolute threshold
Event 2A
Change of best frequency
Event 2B
The estimated quality of the currently used frequency is below a certain threshold and the estimated quality of a non-used frequency is above a certain threshold
Event 2C
The estimated quality of a non-used frequency is above a certain threshold
Event 2D
The estimated quality of the currently used frequency is below a certain threshol
Event 2E
The estimated quality of a non-used frequency is below a certain threshold
Event 2F
The estimated quality of the currently used frequency is above a certain threshold
Event 2A
The estimated quality of the currently used UTRAN frequency is below a certain threshold and the estimated quality of the other system is above a certain threshold.
Event 2B
The estimated quality of other system is below a certain threshold
Event 2C
The estimated quality of other system is above a certain threshold
Event 2D
Change of best cell in other system
Event 4A
Transport Channel Traffic Volume becomes larger than an absolute threshold
Event 4B
Transport Channel Traffic Volume becomes smaller than an absolute threshold
Event 5A
A predefined number of bad CRCs are exceeded
Event 6A
The UE Tx power becomes larger than an absolute threshold
Event 6B
The UE Tx power becomes less than an absolute threshold
Event 6C
The UE Tx power reaches its minimum value
Event 6D
The UE Tx power reaches its maximum value
Event 6E
The UE RSSI reaches the UE's dynamic receiver range
Event 6F
(FDD) The UE Rx-Tx time difference for a RL included in the active set becomes larger than an absolute threshold
(1.28 Mcps TDD): The time difference indicated by TADV becomes larger than an absolute threshold
Event 6G
The UE Rx-Tx time difference for a RL included in the active set becomes less than an absolute threshold
Event 7A
The UE position changes more than an absolute threshold
Event 7B
SFN-SFN measurement changes more than an absolute threshold
Event 7C
GPS time and SFN time have drifted apart more than an absolute threshold
Event 7D
GANSS time and SFN time have drifted apart more than an absolute threshold

Sumber : http://www.sharetechnote.com/html/Handbook_UMTS_MeasurementEvent.html


Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:46 PM

Membuat Neighbor Relation untuk comMON MapInfo

Mapping relasi itu penting ya, terkadang masuk juga dalam report apakah relasinya sudah memenuhi kriteria atau belum. Tugas create relation ada tugasnya PLO/RNO Engineer. RF Engineer biasanya hanya melakukan mapping relasi yang datanya di dapat dari DUMP.

Di postingan saya sebelumnya, saya menjelaskan bagaimana Cara Membuat Neighbor Relation Menggunakan SNT di MapInfo. Kali ini saya akan berusaha menjelaskan bagaimana cara membuat Neighbor Relation menggunakan ComMON. Sebelumnya mungkin anda juga perlu tahu bagaimana cara membuat gcell menggunakan ComMON.

Intinya, cara kerja mapping relation di SNT dan ComMON itu sama. Jadi, di ComMON ini, kita perlu melihat kolom CELL atau kolom CI. Karena salah satu dari kedua kolom itulah yang nanti akan kita gunakan untuk membuat relasi.

Membuat File Relasi TXT Tab Delimited

Katakan saya memiliki 2 site dengan site id : 8888, 9999. Masing-masing memilki 3 sektor. Artinya cell levelnya adalah :
8888_1 (Sektor 1),
8888_2 (Sektor 2),
8888_3 (Sektor 3),
9999_1 (Sektor 1),
9999_2 (Sektor 2),
9999_3 (Sektor 3).

Format yang saya isi (misalnya kita menggunakan kolom CELL) di kolom CELL adalah 8888_1 dst. Dan file txt yang saya buat akan menjadi (jika saya ingin menghubungkan semua sektor antar 2 site tersebut) :
contoh relasi common
contoh relasi common
Intinya sih sama aja dengan menggunakan SNT. Hanya saja setiap tool memilki formatnya sendiri.

Oh ya buat relasi dengan Ms. Excel, kemudian save as text file (txt) tab delimited
save as text file tab delimited
save as text file tab delimited

Update Table Relasi

Mapping relasi yang saya maksudkan disini adalah dengan memasukan data dari file txt. Di menu comMON namanya Update Table, submenu GNeigh Update from Text File. Ya karena relasi untuk common ini kita buat dalam bentuk file TXT. Format txt (tab delimited) memiliki 2 kolom, kolom parent_cell_id dan kolom adj_cell_ci. Klik gambar unutk memperbesar.
relasi untuk common mapinfo
GNeigh Update from Text File
Sebelum gcell dibuat menggunakan tool comMON, yang harus diperhatikan disini adalah kolom CELL dan kolom CI. Yang nantinya referensi dari salah satu kolom tersebut akan digunakan untuk mapping relasi. Misalnya saja kita hendak membuat relasi dengan format SITEID_SECTORID, misalnya saja di network LTE. Maka kita harus menempatkan format SITEID_SECTORID tersebut di salah satu kolom tadi yang nantinya akan kita jadikan acuan.

pilihan cell atau ci
Pilihan kolom CELL atau kolom CI
Ketika kita masuk submenu Gneigh Update from Text File (atau dengan menekan Ctrl+T), maka akan dihadapakan pilihan seperti diatas. Yang saya maksud kolom CELL atau CI adalah check box yang paling bawah. Defaultnya (jika tidak dicentang) maka kolom yang dipakai adalah kolom CI, jika dicentang maka yang dipakai adalah kolom CELL.

Mapping Relasi

Setelah semua siap, gunakan tool berikut
tool View Adjacencies
View Adjacencies
Klik ke cell yang dikehendaki untuk mapping relasinya.
show relasi menggunakan tool common
Relasi menggunakan tool Common (hanya contoh capture) bukan site 8888, 9999
Semoga bermanfaat.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
12:27 AM

Thursday, June 1, 2017

Membuat Cellfile 2G dan 3G Sendiri

Kalau kita bicara soal cellfile maka kita bicara soal TEMS Investigation. Di Genex Probe namanya Engineering Parameter. Penamaannya saja yang berbeda, fungsinya kurang lebih sama.

Bagi yang mencari cellfile 4G, silakan kesini ya, Cara membuat cellfile (XML) LTE TEMS Investigation 16.XX

Cellfile dibuat untuk membantu drive test engineer dalam bekerja, dan juga membantu untuk melakukan analisa. Cellfile itu berisi informasi site, seperti lokasi site dan parameter standar site (BCCH, PSC, dll).

Namanya cellfile berarti informasinya cell level. Jadi setiap sektor ada informasinya sendiri. Dari cellfile juga drive test engineer dapat mengidentifikasi apakah site tersebut cross feeder/fiber atau tidak.

Yang paling penting dari cellfile adalah harus update sesuai network. Jika ada perubahan parameter standar yang informasinya ada di cellfile, maka harus diupdate. Disini kita harus memperhatikan DUMP file terbaru dan update azimuth terbaru. Karena di cellfile dua informasi inilah yang paling penting diperhatikan, selain informasi wajib lain ya, seperti informasi lokasi, cellname, mnc, mcc, dll.

Cellfile 2G, Cellfile 3G, dan Cellfile 4G memiliki format masing-masing. Cellfile 2G tidak bisa dipakai untuk drive test 3G atau 4G, begitupun sebaliknya.

Contoh cellfile 3G
Contoh cellfile 2G
Cellfile 2G dan 3G ini berekstensi .cel
Bagi yang ingin contoh cellfile, saya sudah sediakan di link berikut ini.

Download contoh cellfile 2G dan 3G

Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:04 AM

Tuesday, May 9, 2017

Potong Logfile TEMS Investigation 16.XX (Logfile dot trp)

Potong logfile dalam dunia per-RFan mungkin sudah tidak asing ya. Tentunya potong logfile ini bertujuan agar bagaimana hasil data yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sesungguhnya di lapangan.

Misalnya saja Genex Probe, kita dapat menemukan fasilitas potong logfile disana. Begitu juga dengan TEMS Investigation. Namun, TEMS Investigation sekarang ini telah dikembangkan untuk mendukung jaringan LTE, dan juga sekarang ini hasil record drive test (logfile) ekstensinya berbeda dengan versi TEMS Investigation terdahulu. Dulu = .log , Sekarang = .trp

Nah yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana cara potong logfile di versi TEMS Investigation sekarang ini (TEMS Investigation 16.xx) dengan logfile yang berekstensi .trp.

RouteUtility

Bagi teman-teman yang sudah install TEMS Investigation 16.xx, maka aplikasi RouteUtility sudah masuk di dalamnya. Tepatnya ada di folder instalasi TEMS Investigation tersebut. Jika Windows anda 64bit, maka RouteUtility dapat di temukan di sini :
C:\Program Files (x86)\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\Application\RouteUtility.exe
Jika 32bit, maka biasanya ada disini
C:\Program Files\Ascom\TEMS Products\TEMS Investigation 16\Application\RouteUtility.exe"
Tergantung pas installnya dimana sih sebenarnya.

Atau dapat juga di search di start menu Windows anda ya.

Jenis Pemotongan Logfile

Maksud dari jenis pemotongan logfile adalah logfile tersebut hendak dipotong berdasarkan kategori apa. Ada 3 jenis pemotongan dari RouteUtility yang dapat digunakan, 
  1. Split By Region
  2. Split By Equipment
  3. Extract Timespan
Klik gambar untuk memperbesar.
Route Utility
RouteUtility
Yang biasanya saya lakukan adalah dengan menggunakan Extract Timespan. Dengan menggunakan kategori ini, logfile dipotong berdasarkan waktu. Misalnya saja panjang logfile adalah dari jam 13:05:01 dan berakhir 13:06:59, maka dapat dipotong sesuai kebutuhan berdasarkan rentang waktu tersebut. Misalnya yang saya butuhkan adalah dari waktu 13:05:20 sampai dengan 13:06:20, maka tinggal menyesuaikannya di RouteUtility. Perhatikan gambar berikut, klik gambar untuk memperbesar.

extract timespan
Extract Timespan
"Select File" untuk pilih logfile yang akan dipotong, kemudian sesuaikan waktunya dengan cara menggeser tombol ke kanan dan ke kiri, tentukan "Output folder"nya. Lalu klik Start. Maka logfile akan terpotong sesuai waktu yang ditentukan.

Sedangkan untuk memisahkan antara MS1, MS2, dan seterusnya, dapat menggunakan Split By Equipment.

Cukup sekian yang dapat saya share, semoga bermanfaat.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
8:09 PM

Friday, April 7, 2017

Copy Thematic Map dari MapInfo

Oke, ini mungkin sederhana ya, tapi ya kalau nggak tau jadi nggak sederhana. Perlu nyari-nyari lagi, perlu waktu lagi.

Intinya sih bagaimana kita bisa melakukan thematic di MapInfo dengan format yang telah dibuat oleh teman kita, tanpa membuat ulang. Yaitu dengan cara copy file thematic yang telah dibuat.

Caranya simple, kita hanya perlu tahu dimana file thematic yang telah dibuat tersebut di simpan, kemudian copy ke komputer kita.

Silakan coba diakses direktori berikut di Windows dimana thematic yang telah dibuat berada (di komputer teman anda) :

C:\Users\xxxxxx\AppData\Roaming\MapInfo\MapInfo\Professional\1200\ThmTmplt

Isi xxxxxx dengan nama USER di Windows yang sedang dipakai. Atau mudahnya tinggal ditelusuri folder Users di C: tersebut. Klik gambar untuk memperjelas.
Direktori thematic mapinfo
Direktori Thematic
Semoga bermanfaat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
3:14 AM

Wednesday, April 5, 2017

Compress Banyak Folder Menggunakan 7zip, Hasilnya Terpisah Tiap Folder

Oke mungkin ini sedikit keluar dari konteks "Telco" tapi yang namanya pekerjaan telco engineer itu selalu berhubungan dengan komputer. Nge-plot, nge-plan, ngolah data, optimasi, dan lain-lain tidak akan lepas dari komputer sebagai alat utama untuk mengolah data.

Yang saya bahas disini adalah ketika kita memiliki banyak folder yang perlu dikompresi (dalam kasus ini saya perlu untuk mengkompres project TEMS Discovery agar tidak terlalu memakan tempat) untuk menghemat kapasitas hardisk, apalagi kalau sudah banyak project yang kita jalani, dapat disimpan sebagai arsip untuk diri kita sendiri.

Di WinRAR mungkin anda bisa menemukan fitur ini dengan mudah, tapi di 7zip kita akan menggunakan command line melalui CMD windows yang nantinya akan kita save ke file .bat

1. Buka notepad.
2. Isikan command berikut di notepad
for /d %%X in (*) do "C:\Program Files\7-Zip\7z.exe" a "%%X.7z" "%%X\"
di bagian "C:\Program Files\7-Zip\7z.exe" ini adalah tempat 7z.exe berada, yaitu ketika anda menentukan direktori instalasi 7zip nya saat pertama kali. Ini dapat diketahui dengan cara klik kanan pada shortcut 7zip yang ada didesktop (atau bisa dicari dengan menekan tombol windows terlebih dahulu, ketika ditemukan klik kanan dan open file location.

3. Simpan notepad dengan extensi .bat (misal kompresi.baat)
Save as bat file
Save as Bat File

4. Simpan file tersebut di tempat dimana folder-folder yang akan dikompresi berada.
5. Double click file .bat tersebut
6. Proses kompresi berjalan dan progressnya ditampilkan di command prompt (CMD), tunggu hingga selesai.

Berikut ini proses kompresinya ketika file .bat sudah dieksekusi (klik gambar untuk memperjelas)
Proses kompresi berjalan di CMD
Proses kompresi di command prompt (CMD)

Dan berikut ini hasil kompresinya yaitu dikompresi sesuai nama masing-masing folder (terpisah) tidak jadi satu file.
hasil kompresi
Hasil kompresi
Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Referensi : http://www.wikihow.com/Use-7Zip-to-Create-Multiple-Compressed-Folders-in-One-Go
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
11:38 PM

Sunday, February 26, 2017

Optimasi EcNo 3G WCDMA

Optimasi EcNo 3G WCDMA
Bad EcNo adalah masalah klasik yang pasti ada di setiap optimasi jaringan 3G. EcNo itu kasarnya menggambarkan kwalitas signal 3G, jika jelek, mungkin akan banyak drop call, baik PS maupun CS, gagal Handover, dan lain-lain.

Maka dari itu EcNo wajib di improve kan. Masalahnya adalah bagaimana cara menganalisa EcNo jelek. Mungkin bagi sebagian pembaca sudah hafal ya, untuk RF yang udah senior atau RNO/PLO, saya membahas ini bagi yang sama-sama ingin belajar.

Sebelum melangkah lagi, ada baiknya perlu kita pahami bahwa, 3G dapat diserving oleh maksimal 3 serving cell dalam keadaan Dedicated (RRC Connected). Jika dalam keadaan idle, signal 3G hanya diserving oleh 1 serving cell. Yang kita bahas disini adalah Bad EcNo dalam keadaan Dedicated UE.
Optimization

Missing Neighbor

Missing neighbor merupakan salah satu penyebab adanya bad EcNo. Karena semisal saja signal yang kuat yang seharusnya menjadi Active Set, tapi tidak masuk dikarenakan belum tercreate sebagai neighbor, tentu kuat signalnya ini akan "mengganggu" Active Set yang lain, menyebabkan jeleknya kwalitas signal yang diterima oleh UE.

Pilot Pollution

Terlalu banyaknya cell yang mengcover area yang sama, juga akan berpengaruh terhadap kwalitas signal di area tersebut. Banyaknya kuat signal yang hampir sama menyebabkan jeleknya RSSI, dimana berimpact juga pada EcNo dan pengalaman user. Seperti penjelasan diatas, ada banyak cell yang terdeteksi UE, sehingga mengganggu Active Set.

Overshooting Cell dan Create Relasi Yang Kurang Tepat

Baca : Pengertian Overshooting Cell. Overshooting cell dapat menyebabkan jeleknya EcNo dikarenakan kuat signal cell overshoot mengganggu Active Set, dan dapat juga dikarenakan create relasi yang kurang tepat. Relasi yang kurang tepat disini dalam artian, misalnya Cell A, overshoot terhadap coverage area Cell E, Cell F, Cell G. Namun ternyata Cell A ini dicreate neighbor ke Cell E, Cell F dan Cell G, tapi tidak sebaliknya (One Way), ini dapat menyebabkan yang namanya dragging. Dragging berarti bahwa signal yang sudah handover ke Cell A yang notabene Overshoot, tidak dapat kembali lagi ke cell E, cell F, atau cell G. Sejelek apapun nilai EcNo/RSCPnya dia tidak akan HO ke cell yang yang belum dicreate neigbor terhadap cell tersebut.

Crossfeeder

Masih berhubungan dengan relasi cellnya, crossfeeder ini berpengaruh terhadap perancangan relasi. Seorang RNO akan meng-create neighbor sesuai mainlobe dari cell yang akan dibuat relasinya. Misalnya saja, site A dengan mainlobe ke arah 50 derajat, maka cell ini harusnya dicreate neighbor dengan cell yang ada di depannya First Tier, Second Tier, sesuai arah mainlobenya. Bayangkan ketika site ini suspect crossfeeder, misalnya 1<>3, maka sector 1 yang seharusnya ada di mainlobe 50 namun ternyata tersebar di arah mainlobe sector 3 karena crossfeeder (misalnya di 270 derajat).

Tentunya site-site yang ada di arah mainlobe 50 derajat dengan site-site diarah mainlobe 270 derajat, adalah site yang berbeda. Ini akan menyebabkan banyaknya missing neighbor. Sehingga crossfeeder ini harus dihindari.

Co-SC (Scrambling Code Sama)

Co-SC dapat menyebabkan UE tidak dapat membedakan dengan benar 

Hardware Faulty

Hardware Faulty hubungannya dengan alarm, masalah ini dapat dieskalasi ke team BSS biasanya.


Mungkin segitu dulu apa yang bisa saya share. Ada koreksi atau ada tambahan sob? :)

Terima kasih, semoga bermanfaat
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Sibro
7:25 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Find Us :

Apa yang anda cari?

Entri Populer

  • Cara Install DatePicker dan MonthView Microsoft Excel
    Bagi anda yang membaca artikel ini, seharusnya anda telah mengunjungi Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro) . Sebelum meli...
  • Cara Membuat Calendar Date Picker di Excel (Macro)
    CALENDAR DATE PICKER Macro excel pasti bakal dibutuhkan untuk pekerjaan kita di dunia telco. Sangat bermanfaat untuk olah data. Saya mend...
  • Cara Membuat Gcell dengan comMON 3.2 dan Make Sector (Update : comMON4.0)
    Yang pertama perlu diperhatikan disini adalah format yang diminta oleh comMON3.2 dan Make Sector. Untuk comMON 2.4 atau 3.2 meminta format...
  • Beberapa Langkah Menggunakan TEMS Discovery
    TEMS Discovery Basic Langkah-langkah dasar yang biasanya dicari oleh para pengguna TEMS Discovery adalah bagaimana caranya memasukkan ...
  • Cara Mengatasi Google Earth Stuck di Loading Myplaces.kml (Dan Contoh Batch File untuk Delete Dengan Cepat)
    Delete Folder di AppDATA Sebagai RF Engineer tidak mungkin kalau tidak kenal dengan aplikasi Google Earth . Nah, salah satu masalah yang...
  • Cara Membuat Neighbor Relation Menggunakan SNT di MapInfo (Download SNT1.4.2 Disini)
    Sebelumnya saya telah memposting beberapa tutorial mengenai cara membuat Gcell (mapping gcell) di MapInfo. Cara Membuat Gcell dengan Sit...
  • Mengubah File TAB di Mapinfo ke File KML di Google Earth
    Sebagai engineer, terkadang kita memerlukan pengubahan file TAB dari mapinfo ke file KML di google earth untuk kebutuhan analisa hasil driv...
  • Membuat Kolom MOD3 Langsung di MapInfo (Gcell LTE)
    Gcell itu bisa diatur informasi apa saja yang ada di dalamnya, termasuk informasi nilai MOD3 . Bahkan saya pernah mendapatkan gcell yang ti...
  • Hitung Jarak Line/Polyline dengan SQL Query di MapInfo
    Yang saya maksudkan disini sederhana, yaitu bagaimana cara menghitung jarak route drive test yang kita buat. Baik untuk ssv ataupun untuk ...
  • Arsitektur Jaringan 4G LTE
    Di setiap teknologi pasti memliki arsitektur jaringannya sendiri-sendiri. GSM, CDMA, WCDMA dan 4G LTE ( Long Term Evolution ) pun sama. Se...
Copyright 2017 Telecommunication Engineering - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates